Marbut Masjid Perekayasa Penganiayaan Dikenai Pasal Laporan Palsu

Kompas.com - 02/03/2018, 06:15 WIB
UR, marbut masjid yang merekayasa penganiayaan terhadap dirinya tengah memperagakan bagaimana dirinya merekayasa dengan mengikat dirinya sendiri, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (1/3/2018) KOMPAS.com/AGIE PERMADIUR, marbut masjid yang merekayasa penganiayaan terhadap dirinya tengah memperagakan bagaimana dirinya merekayasa dengan mengikat dirinya sendiri, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (1/3/2018)

BANDUNG, KOMPAS.com — Polisi menjerat RU, marbut masjid yang merekayasa penganiayaan dirinya sendiri, dengan Pasal 242 tentang Laporan Palsu. 

"Itu laporan palsu. Kami proses dengan pidana umum Pasal 242 ancaman hukumnya 7 tahun," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (1/3/2018).

Umar enggan menjelaskan siapa pelapor penganiayaan marbut tersebut. Namun, ia menegaskan, laporan kasus rekayasa penganiayaan marbut masjid di Garut memang diterima kepolisian.

"Konten laporan polisi ada, masalahnya isi laporannya benar atau tidak. Seperti disampaikan rekan dari Kodam, betul ada laporan cuma permasalahannya betul atau tidak. Makanya kami kenakan Pasal 242 membuat laporan palsu. Laporannya ada, tetapi isi laporan yang tidak benar dibuat-buat oleh yang bersangkutan," ucapnya.

(Baca juga: Marbut Masjid Ini Rekayasa Penganiayaan demi Belikan Anak Mesin Bubut)

Sebelumnya diberitakan, penganiayaan marbut masjid di Garut viral di media sosial. Polisi mendapatkan laporan, rekayasa terjadi pada Rabu (28/2/2018) sekitar pukul 04.20. 

Mendapatkan laporan itu, polisi mendatangi lokasi untuk melakukan prarekonstruksi. Namun, hasilnya tidak ditemukan adanya bukti luka di tubuh korban seperti pengakuan korban yang mengaku dibacok pelaku sebanyak lima orang.

Anggota Polsek Pamengpeuk yang sedang patroli pada jam tersebut ke tempat kejadian perkara pun tidak menemukan adanya orang di sekitar masjid atau suara dari dalam masjid tersebut. 

Bahkan, polisi menyatakan tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut, sementara pada baju ditemukan robekan yang sengaja dibuat dengan golok.

Dengan adanya bukti tersebut, rekayasa itu akhirnya diungkap kepolisian. Hal itu diperkuat dengan pengakuan RU yang merekayasa penganiayaannya sendiri. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Regional
Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X