Kompas.com - 01/03/2018, 11:32 WIB
Briptu Erlangga menerima penghargaan yang diberikan Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning, seusai apel di Mapolres setempat, Kamis (1/3/2018). KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTOBriptu Erlangga menerima penghargaan yang diberikan Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning, seusai apel di Mapolres setempat, Kamis (1/3/2018).

KUDUS, KOMPAS.com - Masih ingat dengan video viral anggota polisi lalu lintas berseragam lengkap yang digigit emak-emak di jalan? 

Ya... kejadian kurang menyenangkan yang menimpa anggota Satlantas Polres Kudus, Jawa Tengah, Briptu Erlangga Hananda Seto tersebut menyita perhatian publik. Ia begitu sabar merespons cacian serta kekerasan fisik dari seorang ibu pengendara motor. 

Atas sikapnya itu, Kepolisian Resor Kudus mengapresiasi Briptu Erlangga karena dinilai telah mengemban tugas dengan baik. Erlangga diganjar penghargaan yang diberikan Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning, usai apel di Mapolres setempat, Kamis (1/3/2018).

Agusman menyampaikan, kepolisian mengapresiasi Briptu Erlangga bukan karena videonya yang viral. Namun sikap tenang dan pengendalian diri yang bersangkutan ketika menghadapi pelanggar yang sangat reaktif.

(Baca juga : Cerita Briptu Erlangga, Polisi yang Digigit Emak-emak di Kudus )

"Kita berikan penghargaan dan apresiasi kepada anggota Briptu Erlangga. Karena menindak ibu-ibu yang melanggar lalu lintas. Kita apresiasi atas dedikasinya ketika melakukan tindakan pengguna jalan kedapatan melanggar," tutur Agusman.

"Jadi bukan videonya tapi karena penguasaan diri dan pengendalian diri, ketika hadapi pelanggar seperti itu," ungkapnya.

Penghargaan yang diterima Briptu Erlangga berupa piagam penghargaan serta kenang-kenangan dari Polres Kudus.

"Saya tak menyangka jika didokumentasikan warganet dan viral. Yang jelas saya hanya menjalankan tugas sebagaimana rekan polisi lain. Terima kasih penghargaan ini justru menjadikan saya untuk bekerja lebih baik lagi," tutur Erlangga.

Disinggung soal proses hukum kejadian tersebut, polisi masih menunggu hasil observasi dokter jiwa di Rumah Sakit Loekmono Hadi Kudus.

(Baca juga : Emak-emak yang Gigit Polisi karena Ditilang Terancam 5 Tahun Penjara )

Yang jelas, sambung dia, kasus ini menjadi pembelajaran, siapapun mempunyai kedudukan yang sama di mata hukum ketika melakukan pelanggaran.

"Kami mengerti kondisi yang bersangkutan. Bukan tujuannya untuk balas dendam memidanakan yang bersangkutan," katanya.

"Tapi yang jelas, akhir dari kasus ini adalah putusan hakim yang memutus bahwa yang bersangkutan tidak cakap mempertanggungjawabkan perbuatannya. Apakah nantinya dia layak direhabilitasi untuk menyembuhkan penyakitnya atau tidak," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X