Peluncuran Nama Baru Bangunan Bekas Pabrik Gula, Komposer David Foster Diundang

Kompas.com - 28/02/2018, 15:51 WIB
Bangunan bekas PG Colomadu di Karanganyar, Jawa Tengah diproyeksikan menjadi destinasi baru bertaraf internasional, Rabu (28/2/2018).KOMPAS.com/Labib Zamani Bangunan bekas PG Colomadu di Karanganyar, Jawa Tengah diproyeksikan menjadi destinasi baru bertaraf internasional, Rabu (28/2/2018).

KARANGANYAR, KOMPAS.com — Bekas pabrik gula (PG) Colomadu di Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, berganti nama menjadi " De Tjolomadoe". Peluncuran nama baru ini sekaligus menandai dibukanya bekas PG Colomadu untuk umum, Sabtu (24/2/2018).

PG Colomadu yang dibangun pada era Mangkunegaran IV tahun 1861 ini juga berubah wajah tanpa menghilangkan kaidah bangunan cagar budaya. PG Colomadu tidak beroperasi sejak tahun 1998.

Pemanfaatan kembali bekas PG Colomadu dilakukan melalui sinergi enam badan usaha milik negara (BUMN). Enam BUMN ini adalah PT PP (Persero), PT PP Properti, PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko (Persero), dan PT Jasa Marga Properti.

Mereka membentuk konsorsium bernama PT Sinergi Colomadu untuk melakukan konstruksi revitalisasi bangunan tersebut. Revitalisasi bekas PG Colomadu dimulai pada 8 April 2017 ditandai peletakan batu pertama revitalisasi oleh Menteri BUMN Rini Soemarno.

Presiden Director PT PP (Persero) Tumiyana mengatakan, ruangan yang dahulunya sebagai stasiun masakan pada saat beroperasi sekarang disulap menjadi ruang konser (concert hall). Bangunan yang paling luar tetap dipertahankan, facade dirapikan dan dikembalikan seperti kodisi semula.

Baca juga: Dugaan Pungli, Kantor Pabrik Gula di Sidoarjo Digeledah

Begitu pula mesin-mesin eks PG Colomadu dibersihkan lalu dilapisi dengan cat khusus untuk mencegah karat. Drainase juga diperbaiki serta halaman kawasan PG Colomadu dirapikan.

"Kawasan ini dapat dimanfaatkan sebagai ruang komersial yang mempunyai pesan sejarah, dan bisa dinikmati masyarakat," kata Tumiyana saat jumpa pers peluncuran De Tjolomadoe di Karanganyar, Rabu (28/2/2018).

Menurut dia, keberadaan De Tjolomadoe menjadi destinasi wisata warisan budayabaru di Surakarta. Sebab, kawasan ini dapat difungsikan menjadi pusat budaya (culture center) ataupun ruang konser dengan kapasitas maksimal 3.000 orang. Venue of MICE dengan kapasitas maksimal 1.000 orang dan area komersial yang berisikan berbagai lapak serta kerajinan tangan Indonesia.

Baca juga: Lagi, Satu Korban Luka akibat Ledakan di Pabrik Gula Madiun Meninggal

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko Edy Setijono menambahkan, PG Colomadu diproyeksikan menjadi pusat keramaian di wilayah Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang) bertaraf internasional. Dalam pembukaan ini, pihaknya akan menghadirkan komposer dunia David Foster.

"Kenapa alasan kami menghadirkan David Foster dalam peluncuran nama baru bekas PG Colomadu, karena fansnya sangat banyak sehingga akan menjadi perhatian wisatawan mancanegara untuk datang ke sini (De Tjolomadoe)," ujarnya.



Close Ads X