Diburu Pemerintah AS, Kapal Pesiar Senilai Rp 3,5 Triliun Disita di Bali

Kompas.com - 28/02/2018, 15:49 WIB
Mabes Polri menyita sebuah kapal pesiar bernilai Rp 3,5 triliun di Pelabuhan Benoa, Bali, Rabu (28/2/2018). Tindakan ini dilakukan atas permintaan pemerintah Amerika Serikat. KOMPAS.com/Robinson GamarMabes Polri menyita sebuah kapal pesiar bernilai Rp 3,5 triliun di Pelabuhan Benoa, Bali, Rabu (28/2/2018). Tindakan ini dilakukan atas permintaan pemerintah Amerika Serikat.

DENPASAR, KOMPAS.com - Mabes Polri menyita sebuah kapal pesiar senilai 250 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,5 triliun di Pelabuhan Benoa, Bali, Rabu (28/2/2018). Tindakan ini dilakukan atas permintaan pemerintah Amerika Serikat.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Mabes Polri Daniel Pahimonang Silitonga mengatakan, kapal tersebut merupakan hasil pencucian uang korupsi di AS.

"Kasusnya di Amerika. Kapal ini hasil pencucian uang dalam kasus korupsi yang dipakai membeli kapal layar," kata Daniel, Rabu.

(Baca juga: Polisi Tangkap Dosen Wanita Penyebar Hoaks di Medsos)

Otoritas hukum Amerika Serikat mendeteksi kapal ini masuk perairan Indonesia sejak November tahun 2017. Mereka kemudian melakukan koordinasi dengan penegak hukum Indonesia untuk melakukan penyitaan.

"Keputusan sita dari pengadilan terbit sejak kemarin," ungkapnya.

(Baca juga: Kelelahan Kampanye, Penyebab Pecahnya Pembuluh Darah Cawagub Kaltim)

Sejauh ini, masih dilakukan penyelidikan pemilik kapal dan yang menangani kapal tersebut selama di Indonesia. Dari hasil pemeriksaan juga tidak ditemukan benda mencurigakan lainnya.

"Ini hanya kapal pesiar tidak ditemukan benda-benda lain," tuturnya.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X