Forum Kerukunan Umat Beragama NTB Sepakat Perangi Hoaks

Kompas.com - 28/02/2018, 06:43 WIB
Para tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB, membacakan deklarasi bersama memerangi hoaks dan pelarangan kampanye di tempat ibadah, Selasa (27/2/2018). KOMPAS.com/FITRIPara tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB, membacakan deklarasi bersama memerangi hoaks dan pelarangan kampanye di tempat ibadah, Selasa (27/2/2018).

MATARAM, KOMPAS.com - Sejumlah tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Nusa Tenggara Barat ( NTB), duduk bersama membahas posisi umat dalam memerangi hoaks dan radikalisme, 26-28 Februari 2018.

Sebelum pertemuan diakhiri, enam tokoh agama yang tergabung dalam FKUB NTB, mendeklarasikan lima poin penting yang akan dijalankan selama pelaksanaan Pilkada Serentak 2018.

Kelima poin tersebut yakni pertama, bersama-sama menjaga, merawat, dan memelihara kerukunan antar umat beragama yang dilandasi rasa toleransi.

Dua, saling menghormati dan menghargai antar umat beragama. Ketiga, menjaga kesucian dan netralitas rumah ibadah dan menolak politisasi rumah ibadah sebagai tempat kampanye.

(Baca juga : Dilarang Kampanye di Pesantren, Ridwan Kamil Siap Taati Aturan)

Keempat, menolak politisasi SARA dalam proses pilkada NTB. Terakhir, memerangi hoaks yang selama ini bisa sangat bebas mempengaruhi kehidupan umat.

Setelah membacakan deklarasi, satu per satu tokoh agama Islam, Konghucu, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, dan Buddha menandatangani deklarasi.

 

“Kami semua bersepakat dan akan menjalani ini sepenuh hati kami, agar umat beragama di NTB, menjalani Pilkada ini dalam kebersamaan bukan justru terpecah belah,” kata Syaiful Muslim, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, mewakili tokoh muslim di FKUB NTB.

Hal senada disampikan Pendeta Victor Hutahuruk, Ketua Gereja Indonesia (PGI) NTB. Ia menolak jika tempat ibadah dijadikan tempat kampanye selama proses pilkada NTB berlangsung.

(Baca juga : Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018 )

Ketua FKUB, NTB, Syahdan Iliyas mengatakan, upaya memerangi hoaks harus dilakukan bersama-sama tokoh agama. Hal itu akan mempermudah mematahkan berita-berita bohong yang tersebar bebas di masyarakat.

“Kita bersama-sama bersepakat melawan apa yang namanya hoaks itu, karena itu hanya akan memecah belah persatuan umat,” kata Syahdan.

Deklarasi itu dilanjutkan dengan pertemuan bersama menangkal segala bentuk radikalisme, intoleransi, dan terorisme untuk kepentingan umat, kerukunan, dan kedamaian yang berlangsung hingga hari ini.

FKUB memiliki dasar penolakan rumah ibadah dijadikan tempat kampanye Pilkada Serentak 2018 maupun Pilpres 2019. Sebab jumlah rumah ibadah atau tempat ibadah di NTB lebih dari 5 juta titik. Tersebar di 5.588 masjid, 34 gereja, 171 pura, dan 36 vihara.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 24 September 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 24 September 2020

Regional
20 Orang di Lingkungan Rumah Dinas Gubernur Bali Positif Corona

20 Orang di Lingkungan Rumah Dinas Gubernur Bali Positif Corona

Regional
Napi di Lapas Dalangi Pemerasan Bermodus Video Call Seks, Anggota DPRD Sambas Jadi Korban

Napi di Lapas Dalangi Pemerasan Bermodus Video Call Seks, Anggota DPRD Sambas Jadi Korban

Regional
Update Kasus Prostitusi Artis VS, 2 Muncikari Dilimpahkan ke Kejaksaan

Update Kasus Prostitusi Artis VS, 2 Muncikari Dilimpahkan ke Kejaksaan

Regional
Ditolak Berhubungan Badan, Seorang Nelayan Bunuh Teman Kencannya di Hotel

Ditolak Berhubungan Badan, Seorang Nelayan Bunuh Teman Kencannya di Hotel

Regional
CEO Persela, Paslon YesBro Dapat Nomor Urut 2 di Pilkada Lamongan

CEO Persela, Paslon YesBro Dapat Nomor Urut 2 di Pilkada Lamongan

Regional
Tolak Direlokasi, Pedagang Pasar Mardika Ambon Berjualan di Badan Jalan

Tolak Direlokasi, Pedagang Pasar Mardika Ambon Berjualan di Badan Jalan

Regional
Pilkada Surabaya: Eri Cahyadi-Armuji Nomor Urut 1, Machfud Arifin-Mujiaman Nomor 2

Pilkada Surabaya: Eri Cahyadi-Armuji Nomor Urut 1, Machfud Arifin-Mujiaman Nomor 2

Regional
Ini Hasil Pengundian Nomor Urut Peserta Pilkada Gunungkidul 2020

Ini Hasil Pengundian Nomor Urut Peserta Pilkada Gunungkidul 2020

Regional
6 Pegawai Positif Covid-19, 1 Puskesmas di Denpasar Ditutup

6 Pegawai Positif Covid-19, 1 Puskesmas di Denpasar Ditutup

Regional
Lawan Kotak Kosong, Calon Tunggal Pilkada Grobogan Peroleh Posisi Kanan

Lawan Kotak Kosong, Calon Tunggal Pilkada Grobogan Peroleh Posisi Kanan

Regional
Ada 127 Santri di Banyumas Positif Covid-19

Ada 127 Santri di Banyumas Positif Covid-19

Regional
4.400 Pengguna Medsos Diundang untuk Trip Keliling Bali

4.400 Pengguna Medsos Diundang untuk Trip Keliling Bali

Regional
Positif Covid–19, KPU Belum Tetapkan Satu Paslon Pilkada Luwu Utara 2020

Positif Covid–19, KPU Belum Tetapkan Satu Paslon Pilkada Luwu Utara 2020

Regional
150 Karyawan di 2 Pabrik Rokok di Probolinggo Positif Covid-19

150 Karyawan di 2 Pabrik Rokok di Probolinggo Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X