Kelelahan Kampanye, Penyebab Pecahnya Pembuluh Darah Cawagub Kaltim

Kompas.com - 28/02/2018, 05:34 WIB
Suasana di rumah duka Calon Wakil Gubernur Kaltim, Nusyirwan Ismail. KOMPAS.com/Gusti NaraSuasana di rumah duka Calon Wakil Gubernur Kaltim, Nusyirwan Ismail.

SAMARINDA, KOMPAS.com - Kelelahan ketika berkampanye menjadi penyebab utama pecahnya pembuluh darah Calon Wakil Gubernur Kaltim, Nusyirwan Ismail. Sebelum meninggal, almarhum sempat koma dan diserang stroke, Selasa (27/2/2018).

Pihak keluarga, Muhammad Dedi Pratama mengatakan, Nusyirwan memiliki riwayat hipertensi. Namun semangat kampanye Pilkada Kaltim 2018, membuat dia harus berkeliling Kaltim.

"Bapak punya riwayat hipertensi, saya biasa menemani cek ke rumah sakit. Karena lagi musim kampanye, jadi kelelahan akhirnya pingsan beberapa hari lalu," tutur Dedi.

Dedi menjelaskan, Nusyirwan tidak pernah mengeluhkan sakit selama perjalanan keliling Kaltim. Semangat menuju perhelatan akbar, membuat Nusyirwan melupakan rasa lelahnya.

"Memang terlihat kelelahan, tapi tidak mengeluh karena ini kan sudah harus keliling kabupaten kota. Tapi tetap kami awasi hipertensinya," ujarnya.

(Baca juga : Calon Wakil Gubernur Kaltim Nusyirwan Ismail Meninggal Dunia )

Nusyirwan merupakan cawagub asal Samarinda. Ia menjabat wakil wali kota Samarinda dan merupakan salah satu tokoh di Samarinda.

Almarhum akan dimakamkan di TPU Jalan Abul Hasan (28/2/2018). Selama proses pemakaman berlangsung, dipastikan Jalan Basuki Rahmad hingga Jalan Abul Hasan akan ditutup.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangkap Bandar Narkoba di Mataram, Polisi Sita 3 Kilogram Sabu

Tangkap Bandar Narkoba di Mataram, Polisi Sita 3 Kilogram Sabu

Regional
UTBK-SBMPTN 2020 di Surabaya, Calon Mahasiswa Wajib Bawa Hasil Rapid Tes Nonreaktif

UTBK-SBMPTN 2020 di Surabaya, Calon Mahasiswa Wajib Bawa Hasil Rapid Tes Nonreaktif

Regional
Gubernur Kalbar Ancam Copot Kepala Dinas yang Diam-diam Dukung Paslon di Pilkada 2020

Gubernur Kalbar Ancam Copot Kepala Dinas yang Diam-diam Dukung Paslon di Pilkada 2020

Regional
Kronologi Gagalnya Penyekapan dan Penganiayaan di Tanjung Balai, Saat Mobil Pelaku Tabrak Ambulans, Patroli Polisi Lewat

Kronologi Gagalnya Penyekapan dan Penganiayaan di Tanjung Balai, Saat Mobil Pelaku Tabrak Ambulans, Patroli Polisi Lewat

Regional
Kasus Dugaan Salah Tembak 2 Petani di Poso Diambil Alih Mabes Polri

Kasus Dugaan Salah Tembak 2 Petani di Poso Diambil Alih Mabes Polri

Regional
Kepala Dinas Kesehatan Pegunungan Arfak Meninggal, Pemakaman Sesuai Protokol Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Pegunungan Arfak Meninggal, Pemakaman Sesuai Protokol Covid-19

Regional
Seorang Dokter Senior di Probolinggo Meninggal karena Covid-19

Seorang Dokter Senior di Probolinggo Meninggal karena Covid-19

Regional
Mulai 3 Juli, Tiga Ruas Jalan Protokol di Surabaya Kembali Ditutup

Mulai 3 Juli, Tiga Ruas Jalan Protokol di Surabaya Kembali Ditutup

Regional
Cerita Abdi Dalam Keraton Solo yang Menganggur Akibat Wabah, Hidup Bergantung Bantuan

Cerita Abdi Dalam Keraton Solo yang Menganggur Akibat Wabah, Hidup Bergantung Bantuan

Regional
Warga Sleman Terinfeksi Virus Corona Setelah Temani Ibunya di Rumah Sakit

Warga Sleman Terinfeksi Virus Corona Setelah Temani Ibunya di Rumah Sakit

Regional
Remaja Nekat Membegal, yang Dibegal Kakak Sendiri, Korban Ditusuk lalu Dibawa ke RS

Remaja Nekat Membegal, yang Dibegal Kakak Sendiri, Korban Ditusuk lalu Dibawa ke RS

Regional
Kota Sukabumi Bikin Sekolah Tatap Muka di Masa Pandemi, Jadi 'Pilot Project' se-Jabar

Kota Sukabumi Bikin Sekolah Tatap Muka di Masa Pandemi, Jadi "Pilot Project" se-Jabar

Regional
Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Begini Kata Risma

Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Begini Kata Risma

Regional
4 Pasien Baru Positif Corona di Grobogan, 2 di Antaranya Lansia

4 Pasien Baru Positif Corona di Grobogan, 2 di Antaranya Lansia

Regional
Alasan Bersujud dan Menangis, Risma: Saya Enggak Terima Staf Saya Disalahkan

Alasan Bersujud dan Menangis, Risma: Saya Enggak Terima Staf Saya Disalahkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X