Kompas.com - 27/02/2018, 22:24 WIB
Ilustrasi MashableIlustrasi

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Penangkapan RSD, seorang anggota The Family Muslim Cyber Army (MCA) di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, mengagetkan rekan kerjanya dan warga sekitar. Sebab, RSD dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan dan tidak terlalu menonjol.

RSD ditangkap di rumahnya di kawasan Selindung, yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari Puskesmas Selindung, tempatnya bertugas sebagai aparatur sipil negara, yaitu bendahara puskesmas.

Meski RSD ditangkap pada Senin (26/2/2018) siang, tetapi kehebohan baru terjadi pada Selasa (27/2/2018) pagi karena para tetangga ataupun rekan kerja baru melihat beritanya di media online dan televisi.

Baca juga: Polri Bongkar Grup The Family MCA, Sindikat Penyebar Isu Provokatif

Menurut rekan kerjanya, Liliana Dwi Esti, selama ini RSD dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan, bahkan tidak terlalu menonjol. Dalam pergaulan sehari-hari pun, RSD tidak pernah menyampaikan informasi kebencian.

“Kita semua kaget, soalnya selama ini dia terlihat biasa saja. Pembicaraan pun hanya seputar pekerjaan atau keluarga,” ujar Lilian yang berprofesi sebagai bidan di Puskesmas Selindung.

Pasca-penangkapan itu, rumah RSD menjadi tertutup. Namun, dari informasi yang diterima Kompas.com, baik istri maupun anaknya masih mendiami rumah tersebut.

Selain RSD di Pangkal Pinang, polisi juga menangkap anggota MCA lainnya di Tanjung Priok, Palu, Bali, dan Sumedang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X