Suami Istri Bandar Sabu Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Kompas.com - 27/02/2018, 19:24 WIB
Barang bukti saat diamankan polisi di Sat Prolres Bima Kota, Selasa (27/02/2018) KOMPAS.com/SyarifudinBarang bukti saat diamankan polisi di Sat Prolres Bima Kota, Selasa (27/02/2018)

BIMA, KOMPAS.com - Pasangan suami istri asal Desa Naru Timur, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditangkap polisi karena diduga sebagai bandar narkoba jenis sabu-sabu.

Pasutri ini adalah IM dan MK. Mereka kini mendekam dalam sel tahanan Satuan Narkoba Polres Bima Kota. Keduanya ditangkap saat berpesta sabu.

KBO Sat Narkoba Polres Bima Kota, Ipda Budi Rahadi mengatakan, penangkapan pasangan suami istri tersebut berkat informasi dari masyarakat yang menyebutkan di rumah pelaku kerap dijadikan tempat pesta sabu-sabu.

Setelah mendapat informasi itu, personel Sat Narkoba Polres Bima Kota kemudian melakukan serangkaian penyelidikan.

Tidak lama kemudian, petugas melakukan penggerebakan dan berhasil menangkap IM dan MK saat sedang pesta narkotika di rumahnya di Desa Naru Timur.

Baca juga : 3 Ton Sabu dari Kapal yang Diamankan di Batam Disebut Hanya Hoaks

Namun saat ditangkap, istri pelaku bersembunyi di dalam lemari pakaian.

“Pasangan suami istri ini diduga sebagai bandar narkoba. Keduanya diamankan saat pesta sabu-sabu di rumahnya di Desa Nari Timur,” kata Ipda Budi Rahadi.

Selain tersangka IM dan MK, dalam penggeledahan di kediaman pasutri Senin sore itu, polisi juga mengamankan dua pelaku lain, yakni AR dan AS, keduanya warga Desa Lanta, Kecamatan Sape.

Budi menyebutkan, dalam penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa serpihan kristal yang diduga narkoba jenis sabu sebanyak 17 poket.

Tidak hanya itu, petugas juga menemukan satu pucuk senjata rakitan berserta 2 butir peluru jenis SS1 dan sejumlah senjata tajam di rumah tersangka.

Baca juga : Kapolri: Sabu Diproduksi di Perbatasan China Daratan dan Myanmar

Atas perbuatannya, para tersangka digelandang ke Mapolres Bima Kota untuk diproses hukum.

“Para tersangka ini sudah diamankan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Partai Gelora Koalisi dengan PKS Hanya untuk Pilkada Pangandaran

Partai Gelora Koalisi dengan PKS Hanya untuk Pilkada Pangandaran

Regional
Bantu Pelajar, Masjid dan Sekolah di Agam Dibekali Wifi Gratis

Bantu Pelajar, Masjid dan Sekolah di Agam Dibekali Wifi Gratis

Regional
Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

Regional
Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

Regional
Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Regional
Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Regional
Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Regional
Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Regional
Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Regional
[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

Regional
Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Regional
Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Regional
'Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?'

"Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?"

Regional
Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Regional
Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X