Di Borobudur, Sembilan Remaja Diciduk Warga Saat Akan Pesta Ganja

Kompas.com - 27/02/2018, 18:35 WIB
Sembilan remaja diamankan petugas Polsek Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, lantaran kedapatan hendak pesta ganja di kawasan Borobudur, Minggu (25/2/2018). Kompas.com/IKA FITRIANA Sembilan remaja diamankan petugas Polsek Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, lantaran kedapatan hendak pesta ganja di kawasan Borobudur, Minggu (25/2/2018).

MAGELANG, KOMPAS.com - Sembilan remaja diciduk warga karena diduga hendak berpesta ganja di suatu rumah di Dusun Jayan, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Mereka pun digelandang ke Markas Polsek Borobudur.

Kepala Polsek Borobudur AKP Didik Sulaiman mengungkapkan, warga mencurigai aktivitas para remaja itu yang terlihat selalu berkumpul di rumah milik SJW, warga Dusun Jayan, setiap malam. Sekelompok remaja itu berasal dari luar daerah tersebut.

"Dua pekan terakhir warga curiga dengan mereka, selalu berkumpul, melakukan kegiatan yang tidak jelas hingga tengah malam," ujar Didik, Selasa (27/2/2018).

Warga dan aparat desa setempat lantas mendatangi mereka pada Minggu (25/2/2018) malam. Didapati beberapa remaja laki-laki dan seorang perempuan sedang berkumpul di dalam rumah milik SJW.

Saat ditanya, SJW mengelak bahwa sedang melakukan hal-hal negatif. SJW juga tidak mengaku bahwa ada seorang perempuan bersama mereka. Warga kemudian memanggil petugas Polsek Borobudur untuk melakukan penggeledahan.

Baca juga: Usai Pesta Miras Oplosan, 2 Remaja Tewas, 1 Kritis

Setelah digeledah, lanjut Didi, petugas menemukan satu paket ganja kering masih terbungkus lakban, beberapa botol bekas minuman keras (miras), dan kondom. Semua benda tersebut kini diamankan petugas sebagai barang bukti.

"Kami amankan sembilan anak, satu di antaranya masih pelajar SMP, dan seorang perempuan. Mereka telah kami periksa untuk penyelidikan lebih lanjut," ucapnya.

Didik menyebutkan, sembilan remaja tersebut yaitu F (17) dan N (18), warga Kecamatan Borobudur; MA (14), TBS (17), HIP (15), dan DN (15), warga Kecamatan Mungkid; BP (18), warga Kecamatan Mertoyudan; serta AW (18), warga Kecamatan Candimulyo.

Sementara dua orang yang diduga sebagai pemilik barang haram itu melarikan diri. Namun, polisi telah mengetahui identitas mereka dan sedang dalam pengejaran.

"Sementara dua orang yang kami duga pemilik ganja yakni GD dan BG masih buron,” kata Didik.

Baca juga: Polisi Ambon Gerebek Tujuh Pemuda yang Sedang Pesta Ganja

Menurut pengakuan kepada petugas, mereka belum sempat melakukan pesta ganja. Namun, mereka sudah ada yang diketahui menenggak minuman keras. Polisi masih melakukan pembinaan dengan menghadirkan orang tua mereka ke Mapolsek Borobudur.

Didik mengapresiasi warga yang tidak segan melapor kepada petugas begitu mendapati atau mengetahui hal-hal yang disinyalir melanggar hukum. Warga juga tidak berbuat main hakim sendiri dan sudah peduli terhadap lingkungan.

“Kami imbau kepada masyarakat, jika didapati kegiatan yang mencurigakan, segera menginformasikan terlebih dahulu kepada pihak kepolisian agar segera ditindaklanjuti,” tutur Didik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

Regional
Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

Regional
Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Regional
Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Regional
Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X