Unjuk Kemampuan, Siswa SLB di Banyuwangi Tampil dalam Wayang Lakon

Kompas.com - 27/02/2018, 18:05 WIB
Para pemeran wayang lakon Anoman Obong adalah siswa SLB PGRi 3 Cluring saat tampil di Festival Anak Berkebutuhan Khusus, Selasa (27/2/2018). KOMPAS.com/Ira RachmawatiPara pemeran wayang lakon Anoman Obong adalah siswa SLB PGRi 3 Cluring saat tampil di Festival Anak Berkebutuhan Khusus, Selasa (27/2/2018).


BANYUWANGI, KOMPAS.com - Para siswa SLB PGRI 3 Cluring tampil memukau pada Festival Anak Berkebutuhan Khusus yang digelar Pemkab Banyuwangi, Selasa (27/2/2018). Mereka adalah anak-anak penyandang tunanetra, tunarungu, tunadaksa, dan tunagrahita.

Sejumlah anak berkebutuhan khusus tersebut menampilkan wayang lakon dengan judul "Anoman Obong" yang menceritakan kisah pewayangan Rahwana menculik Dewi Shinta lalu diselamatkan oleh Hanoman.

Wayang lakon dibuka dengan penampilan Wahyu Eko Prasetyo, penyandang tunanetra yang menjadi dalang serta memainkan wayang dan nembang. Kemudian dilanjutkan dengan tari teatrikal diiringi dengan lagu "Anoman Obong" yang dibawakan dengan apik oleh Frista yang berperan sebagai Shinta, Irfan sebagai Rahwana, dan Syaiful sebagai Hanoman.

Ketiganya adalah penyandang tunarungu. Sementara para pemain musik dan penyanyi adalah penyandang tunagrahita. Total ada tujuh anak berkebutuhan khusus yang terlibat dalam penampilan wayang lakon itu yang berperan sebagai dalang, penari, penyanyi, dan pemain musik. Mereka dilatih oleh lima guru pembimbing.

Baca juga: Ketika Penyandang Tunanetra Melukis di Atas Kanvas...

Yuscita Kesyuhandari, guru pendamping SLB PGRI 3 Cluring, menjelaskan kepada Kompas.com, untuk berlatih wayang lakon, mereka butuh waktu sekitar dua minggu. Selain itu, juga butuh kesabaran yang tinggi untuk melatih para siswa agar gerak tari dan musik menjadi selaras.

Untuk mempermudah latihan, pertama kali mereka mendapatkan gambaran cerita tentang Anoman Obong dari guru pendamping.

"Tuna yang disandang oleh mereka berbeda-beda sehingga metode pelatihannya tidak sama. Contohnya yang tunarungu, mereka belajar dengan metode bina komunikasi persepsi bunyi dan irama khusus. Ada latihannya sendiri. Setelah itu baru latihan bersama-sama dengan musiknya," jelas Yuscita.

Wahyu Eko, penyandang tunanetra, sebagai dalang di Wayang Lakon Anoman Obong yang tampil di Festival Anak Berkebutuhan Khusus, Selasa (27/2/2018).KOMPAS.com/Ira Rachmawati Wahyu Eko, penyandang tunanetra, sebagai dalang di Wayang Lakon Anoman Obong yang tampil di Festival Anak Berkebutuhan Khusus, Selasa (27/2/2018).

Sebelumnya, mereka juga pernah meraih juara pertama Unesa Go Talent pada Desember 2017 saat membawakan wayang lakon dengan cerita yang sama.

Sementara itu, Frista (16), penyandang tunarungu mengaku senang bisa tampil di hadapan orang banyak. Awalnya dia sempat tidak percaya diri dan merasa malu untuk tampil menari.

Namun, percaya dirinya muncul ketika banyak yang mengatakan bahwa dia pandai menari. "Suka sekali. Saya suka menari. Capek, tapi senang," kata Frista dengan terbata-bata.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas'

"Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas"

Regional
'Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan'

"Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan"

Regional
Antre Pencairan BPUM Membludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Antre Pencairan BPUM Membludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Regional
Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Regional
'Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini'

"Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini"

Regional
Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Regional
Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo

Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo

Regional
Ini Cerita di Balik Video Viral 5 Tukang Becak Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh dan Sobek

Ini Cerita di Balik Video Viral 5 Tukang Becak Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh dan Sobek

Regional
Pengelola dan Karyawan Restoran Wajib Tes Swab, Ini Kata PHRI Sumbar

Pengelola dan Karyawan Restoran Wajib Tes Swab, Ini Kata PHRI Sumbar

Regional
Adik Mantan Wali Kota Serang: Sejak Dulu Saya Budidaya Ganja, Kata Siapa Sembunyi-sembunyi

Adik Mantan Wali Kota Serang: Sejak Dulu Saya Budidaya Ganja, Kata Siapa Sembunyi-sembunyi

Regional
Beruang Madu Hendak Seberangi Jalan Raya, Ini Dugaan Penyebabnya

Beruang Madu Hendak Seberangi Jalan Raya, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Video Sesama Polisi Diduga Ribut Saat Demo di Jambi, Ini Penjelasan Polda

Video Sesama Polisi Diduga Ribut Saat Demo di Jambi, Ini Penjelasan Polda

Regional
Menyoal Penggunaan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan, Pemilik Sebut untuk Kenangan Menikah Saat Pandemi

Menyoal Penggunaan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan, Pemilik Sebut untuk Kenangan Menikah Saat Pandemi

Regional
Bupati Bogor Sebut Pemicu Banjir dan Longsor di Kawasan Puncak

Bupati Bogor Sebut Pemicu Banjir dan Longsor di Kawasan Puncak

Regional
7 Penyusup Demo Mahasiswa di Banjarmasin Dipulangkan Setelah Dijemput Orangtuanya

7 Penyusup Demo Mahasiswa di Banjarmasin Dipulangkan Setelah Dijemput Orangtuanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X