Jembatan Penghubung di Bandung Barat Ambruk, Ratusan Warga Terisolir

Kompas.com - 27/02/2018, 06:15 WIB
Tampak jembatang penghubung Kampung Cilimus dan Kampung Ciames roboh setelah diterjang air pada Minggu (25/2/2018). Akibatnya ratusan warga hingga kini terisolir, sementara untuk jalan alternatif terbilang jauh sekitar 1-3 km. DOKUMENTASI BPBD KABUPATEN BANDUNG BARATTampak jembatang penghubung Kampung Cilimus dan Kampung Ciames roboh setelah diterjang air pada Minggu (25/2/2018). Akibatnya ratusan warga hingga kini terisolir, sementara untuk jalan alternatif terbilang jauh sekitar 1-3 km.

BANDUNG,KOMPAS.com - Sebuah jembatan di Kampung Cilimus RT 01/20 Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, ambruk akibat terjangan air saat hujan deras mengguyur Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) KBB, Dicky Maulana menjelaskan, ambruknya jembatan terjadi pada Minggu (25/2/2018) sekitar pukul 18.15 WIB.

Jembatan tersebut merupakan penghubung Kampung Cilimus dan Kampung Ciames, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

"Jembatan ini penghubung dua kampung, robohnya diakibatkan oleh debit air yang tinggi, sehingga tembok penahan tebing (TPT) jembatan tergerus oleh volume air yang tinggi," jelas Dicky saat dihubungi Kompas.com, senin (26/2/2018).

(Baca juga : Tertimpa Longsor, 2 Petani Hanyut di Sungai Kaliurang hingga Meninggal )

Akibat robohnya jembatan tersebut, ratusan warga di kampung itu terisolir. "Ada sekitar kurang lebih 44 kepala Keluarga (KK) atau sekitar 120 jiwa terisolir. Karena jalan alternatif cukup jauh sekitar 1 sampai dengan 3 km," jelasnya.

Tim BPBD, sambung dia, telah melakukan asessment atau kaji cepat ke lokasi dampak bencana. "Hasilnya perlu dilakukan pembuatan jembatan darurat karena jalan alternatif cukup jauh 1-3 km," tuturnya.

Hingga kini, warga masih terisolir. Mereka menunggu ada akses terdekat dan pembuatan jembatan baru penghubung dua kampung itu.

Selain itu, hujan yang mengguyur KBB pada Minggu (25/2/2018), mengakibatkan beberapa bencana. Di antaranya, tanah longsor yang sempat menutup akses Jalan Desa Bojongkoneng, Kabupaten Bandung.

 

(Baca juga : Acara yang Penuh Bahagia Itu Berakhir Tragis, Separuh Tamu Undangan Terkubur Longsor)

Longsor ini diakibatkan intensitas hujan tinggi dan mengakibatkan tanah lereng labil akibat beban air yang tinggi. "Longsor menutup akses jalan sehingga akses jalan terputus atau lumpuh," jelasnya.

BPBD Kabupaten Bandung Barat dibantu warga pun bergotong royong membersihkan material longsor. "Diperlukan alat berat untuk mencegah meluasnya bencana," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X