Tuntut Ganti Rugi, Warga Bojonggede Mengadu ke DPRD Kabupaten Bogor

Kompas.com - 26/02/2018, 19:43 WIB
Sejumlah perwakilan warga Desa Bojonggede bersama Komisi I DPRD Kabupaten Bogor dan dinas terkait sedang membahas rapat dengar pendapat soal pembongkaran rumah warga di Bojonggede, di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Senin (26/2/2018). KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi BempahSejumlah perwakilan warga Desa Bojonggede bersama Komisi I DPRD Kabupaten Bogor dan dinas terkait sedang membahas rapat dengar pendapat soal pembongkaran rumah warga di Bojonggede, di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Senin (26/2/2018).

BOGOR, KOMPAS.com - Warga Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, menuntut biaya ganti rugi atas bangunan tempat tinggal mereka yang dibongkar paksa dalam operasi penertiban bangunan liar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, November 2017.

Selain itu, warga juga mempertanyakan soal kejelasan status kepemilikan tanah setelah dibongkar petugas sejak tiga bulan lalu. Sebab, warga merasa sudah memiliki surat-surat lengkap.

Tuntutan itu mereka sampaikan langsung di hadapan ketua dan anggota dari Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor dalam rapat dengar pendapat yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Senin (26/2/2018).

Salah satu perwakilan warga, Ismodian (57), mengatakan, banyak warga akhirnya memilih untuk menumpang hidup di rumah kerabat setelah tempat tinggal mereka rata dengan tanah. Ada pula yang terpaksa tidur di emperan jalan dan di mobil karena tidak mampu untuk menyewa rumah.


"Tidak ada ganti rugi satu rupiah pun dari pemerintah daerah. Sosialisasi tidak, musyawarah tidak, kepastian hari pembongkaran juga tidak jelas. Tahu-tahu dibongkar aja. Jadi dibongkar, digusur, dan dihancurkan," ucap Ismodian.

Baca juga: Pemkot Jakpus Bongkar Bangunan Eks Pasar Blora

Warga lainnya, Ahmad, menuturkan, dia terpaksa tidur di emperan selama beberapa hari pasca-pembongkaran itu.

"Sepuluh hari saya tidur di emperan, uang enggak punya buat ngontrak rumah," kata Ahmad.

Ahmad menambahkan, dia merasa telah dirugikan atas pembongkaran tersebut dan menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor lepas tangan.

"Bangunan tiba-tiba digusur Satpol PP, enggak sempat mindahin barang, akhirnya banyak barang saya yang hancur," sebutnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Kukuh Sri Widodo mengatakan, berdasarkan hasil rekomendasi pertemuan itu, pihaknya segera mengecek ke lokasi pembongkaran yang dimaksud.

Tujuannya, kata Kukuh, untuk memastikan apakah rumah-rumah warga di sana telah melanggar aturan izin tempat tinggal seperti yang disampaikan oleh dinas-dinas terkait.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Garuda dan Air Asia Mulai Penerbangan Internasional di YIA pada April 2020

Garuda dan Air Asia Mulai Penerbangan Internasional di YIA pada April 2020

Regional
Fakta Jelang Pelantikan Presiden, Keamanan Rumah Jokowi Berlapis hingga Patroli di Sekolah

Fakta Jelang Pelantikan Presiden, Keamanan Rumah Jokowi Berlapis hingga Patroli di Sekolah

Regional
Jaring Investor, Pemdaprov Jabar Dahulukan Kerja Sama dengan BUMD

Jaring Investor, Pemdaprov Jabar Dahulukan Kerja Sama dengan BUMD

Regional
PKB Minta Jokowi-Ma'ruf Amin Tak Terburu-buru Tentukan Menteri

PKB Minta Jokowi-Ma'ruf Amin Tak Terburu-buru Tentukan Menteri

Regional
Aktivitas Reklamasi Semakin 'Menggila', Ketua DPRD Batam Berang

Aktivitas Reklamasi Semakin "Menggila", Ketua DPRD Batam Berang

Regional
Duduk Perkara Pemukulan 8 Siswa oleh Motivator karena Tertawa

Duduk Perkara Pemukulan 8 Siswa oleh Motivator karena Tertawa

Regional
Sunan Kuning Tutup, Pekerja di Lokalisasi Depresi, Masuk RSJ

Sunan Kuning Tutup, Pekerja di Lokalisasi Depresi, Masuk RSJ

Regional
Hasto Sebut Menteri dari PDI-P Paling Banyak di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin

Hasto Sebut Menteri dari PDI-P Paling Banyak di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin

Regional
Mengaku Pernah Kerja di RSCM, Dokter Gadungan Ditangkap Polisi

Mengaku Pernah Kerja di RSCM, Dokter Gadungan Ditangkap Polisi

Regional
Kronologi Motivator Tampar 8 Siswa Saat Seminar

Kronologi Motivator Tampar 8 Siswa Saat Seminar

Regional
Wali Kota Malang Menangis Saat Temui Siswa Korban Pemukulan Motivator

Wali Kota Malang Menangis Saat Temui Siswa Korban Pemukulan Motivator

Regional
Termakan Hoaks Gempa Besar dan Tsunami, Banyak Warga Tinggalkan Ambon

Termakan Hoaks Gempa Besar dan Tsunami, Banyak Warga Tinggalkan Ambon

Regional
Sekjen PDI-P: Bu Mega dan Bu Risma Sudah Bahas Calon Wali Kota Surabaya

Sekjen PDI-P: Bu Mega dan Bu Risma Sudah Bahas Calon Wali Kota Surabaya

Regional
Kantor Wali Kota Medan Digeledah, Ajudan yang Hampir Tabrak KPK Muncul

Kantor Wali Kota Medan Digeledah, Ajudan yang Hampir Tabrak KPK Muncul

Regional
Pascapenutupan, Sunan Kuning Akan Dijaga Ketat Agar Tak Ada Lagi Praktik Prostitusi

Pascapenutupan, Sunan Kuning Akan Dijaga Ketat Agar Tak Ada Lagi Praktik Prostitusi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X