KPU Jabar Segera Pecat Komisioner Garut yang Diduga Terlibat Kasus Suap

Kompas.com - 26/02/2018, 16:45 WIB
Aparat kepolisian dari Polsek Tarogong Kaler dan Polres Garut tampak berjaga-jaga di kantor Panwaslu Kabupaten Garut, Sabtu (24/2/2018) malam usai tim gabungan Mabes Polri, Polda Jabar dan Polres Garut mengamankan Ketua Panwaslu KOMPAS.com/Ari Maulana KarangAparat kepolisian dari Polsek Tarogong Kaler dan Polres Garut tampak berjaga-jaga di kantor Panwaslu Kabupaten Garut, Sabtu (24/2/2018) malam usai tim gabungan Mabes Polri, Polda Jabar dan Polres Garut mengamankan Ketua Panwaslu

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat Yayat Hidayat mengatakan, pihaknya akan segera memecat komisioner KPU Garut Ade Sudrajat yang ditangkap kepolisian pada Sabtu (24/2/2018) karena diduga telah menerima suap.

Pemecatan itu dilakukan untuk merespons isu publik dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap KPU.

KPU Jabar akan menggunakan surat keterangan dari Polda Jabar untuk menjadi bahan pertimbangan untuk diadukan ke dewan kehormatan penyelenggara pemilu.

"Ini jalan yang cepat untuk menahan. Karena kalau mengikuti prosedur hukum menurut KUHP ini sangat lama. Jadinya tak bisa merespons isu publik. Kalau misalkan pusat di DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) ini membutuhkan anggota AS ini, maka secara otomatis kita PAW (penggantian antar waktu) kan," kata Yayat di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (26/2/2018).

Baca juga : Kasus Suap di Garut, Ketua KPU Jabar Minta Jajarannya Kooperatif pada Kepolisian

Yayat mengaku sempat memanggil seluruh ketua dan anggota KPU Jabar untuk mengklarifikasi temuan tersebut. Pihaknya menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk membantu kepolisian dalam menyelidiki kasus suap yang terjadi dalam penyelenggaran kegiatan pilkada serentak di Jabar, khususnya di Kabupaten Garut.

Menurutnya, tim kampanye paslon tersebut sempat mencoba menyuap dan mengiming-imingi para petinggi KPU Garut. Namun mereka menolak dan hanya satu yang tergoda.

"Menurut pangakuan KPU Garut, tim kampanye ini mendatangi satu per satu ketua dan anggota KPU Garut dengan menawarkan iming-iming soal itu. Tapi ketua dan ketiga anggotanya menolak. Iming-imingnya ingin meloloskan itu (paslon) kemudian dibawa ke rapat pleno, tapi menolak," jelasnya.

Pihaknya pun telah menyiapkan pengganti salah satu komisioner Garut yang ditangkap.

"Penggantinya adalah rangking enam dari hasil seleksi KPU," ucapnya.

Baca juga : Anggota KPU dan Ketua Panwaslu Garut Diduga Terima Suap, Ini Kronologinya

Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupten Garut, Heri Hasan Basri dan Komisioner KPU Garut, Ade Sudrajat pada Sabtu (24/2/2018) kemarin.

Keduanya diduga telah menerima suap dalam bentuk uang dan mobil dari seorang calon bupati di Garut.

Kompas TV Ketua KPUD Kabupaten Garut mengaku prihatin dan menghormati proses hukum atas ditangkapnya salah seorang Komisioner KPU.

Adapun barang bukti yang didapatkan Satgas Anti Money Politics Polda Jabar, yakni satu kuitansi tertanggal 08 Februari 2018 tertulis Rp 10 juta dari DW, satu buah buku tabungan Bank Mandiri atas nama Heri Hasan Basri, tiga buah telepon seluler dan 12 bukti transfer ATM BCA, 3 lembar bukti transfer ATM Bank BRI, 1 buku tabungan bank BRI atas nama Ade Sudrajat, 1 buku tabungan Bank BNI Ade Sudrajat, 1 unit mobil Daihatsu Sigra warna putih Nomor Pol Z 1784 DY berikut kunci dan STNK kendaraan atas nama Ade Sudrajat.

Adapun pasal yang dilanggar para tersangka yakni pemberian hadiah dan atau penerimaan hadiah bagi penyelenggara negara (suap) atau gratifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang- undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X