Hampir Setahun, Ada 47 Kasus Pelanggaran Pengungsi di Rudenim Makassar

Kompas.com - 26/02/2018, 14:15 WIB
Kepala Rudenim Makassar, Boedi Prayitno seusai memberikan penghargaan kepada personelnya yang berhasil mengungkap kasus atau pelanggaran yang dilakukan pengungsi, Senin (26/2/2018). KOMPAS.com/Hendra CiptoKepala Rudenim Makassar, Boedi Prayitno seusai memberikan penghargaan kepada personelnya yang berhasil mengungkap kasus atau pelanggaran yang dilakukan pengungsi, Senin (26/2/2018).


MAKASSAR, KOMPAS.com - Rumah Detensi Imigrasi ( Rudenim) Makassar menangani 47 kasus yang dilakukan oleh pengungsi dari berbagai negara konflik di dunia selama hampir setahun.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Rudenim Makassar Boedi Prayitno seusai memberikan penghargaan kepada personelnya yang berhasil mengungkap kasus atau pelanggaran yang dilakukan pengungsi, Senin (26/2/2018).

Menurut Boedi, 47 kasus yang ditangani pihaknya itu mulai dari pertengahan Juni 2017 hingga akhir Februari 2018. Sejumlah kasus tersebut terdiri dari kasus tindak pidana dan kasus pelanggaran perundang-undangan tentang pengungsi.

"47 kasus itu yang kami proses, tapi lebih banyak kasus yang dilakukan pengungsi yang tidak diproses atau diselesaikan secara damai. Tapi mayoritas kasus pidana yang dilakukan pengungsi, seperti berzina, paedofil, perkelahian, penipuan, perusakan, dan lainnya," kata Boedi.

Baca juga: Kepala Rudenim: Banyak Pengungsi Selingkuhi Istri Warga Makassar

Dia merasa prihatin dengan kondisi ribuan pengungsi yang berada di Kota Makassar karena sering melakukan tindak pidana dan tidak menaati peraturan perundang-undangan.

"Saya prihatin dengan kondisi pengungsi yang sewenang-wenang melakukan tindak pidana dan melanggar aturan. Mereka berpikir bahwa pihak Imigrasi tidak bisa melakukan deportasi kepada pengungsi," tuturnya.

Meski tidak bisa mendeportasi pengungsi berkasus, tambah Boedi, pihaknya tetap memproses dengan mengisolasi.

"Jadi pengungsi yang kedapatan berkasus, kami amankan dan isolasi di rudenim ini. Tapi ada juga pengungsi yang sudah berulang-ulang kali diproses dan diisolasi, tapi mereka tidak jera," tambahnya.

Baca juga: Nasib Rudenim Jakarta yang Kurang Anggaran dan Kelebihan Kapasitas

Kompas TV Sebanyak 37 Tenaga Kerja indonesia asal Purworejo, Jawa Tengah ditahan oleh pihak imigrasi Malaysia sejak pertengahan Januari lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Disertai Angin Kencang di Pangkal Pinang, Pagar Rumah Sakit Ambruk

Hujan Disertai Angin Kencang di Pangkal Pinang, Pagar Rumah Sakit Ambruk

Regional
Hendak Menembak Saat Ditangkap, Residivis Curanmor Ditembak Mati Polisi

Hendak Menembak Saat Ditangkap, Residivis Curanmor Ditembak Mati Polisi

Regional
Seorang Mahasiswi di Makassar Ditemukan Tewas Dalam Kamar, Ternyata Dibunuh Kekasih

Seorang Mahasiswi di Makassar Ditemukan Tewas Dalam Kamar, Ternyata Dibunuh Kekasih

Regional
Atap Kelas SDN Ambruk, Anggota DPRD Jember Sebut karena Lelang “Gila-gilaan”

Atap Kelas SDN Ambruk, Anggota DPRD Jember Sebut karena Lelang “Gila-gilaan”

Regional
Pemohon SIM di Polres Gresik Harus Lolos Tes Psikologi

Pemohon SIM di Polres Gresik Harus Lolos Tes Psikologi

Regional
Curi Celana Dalam dan Sabun di Minimarket, Pria Ini Ditangkap

Curi Celana Dalam dan Sabun di Minimarket, Pria Ini Ditangkap

Regional
Warga Ramai-ramai ke DPRD DIY Cari Bantuan Hukum Gratis

Warga Ramai-ramai ke DPRD DIY Cari Bantuan Hukum Gratis

Regional
Karung Pasir Ditumpuk Cegah Longsor Susulan di Jalan Penghubung Balikpapan-Samarinda

Karung Pasir Ditumpuk Cegah Longsor Susulan di Jalan Penghubung Balikpapan-Samarinda

Regional
Emil Dardak Curhat Terlambat karena Jalan ke Jember Sempit, Langsung Telepon Kementerian PU

Emil Dardak Curhat Terlambat karena Jalan ke Jember Sempit, Langsung Telepon Kementerian PU

Regional
Oded Sebut Rusuh Saat Penggusuran Tamansari akibat Provokasi dari Luar

Oded Sebut Rusuh Saat Penggusuran Tamansari akibat Provokasi dari Luar

Regional
Disaksikan Istri, Petani Kopi di Lahat Tewas Diterkam Harimau

Disaksikan Istri, Petani Kopi di Lahat Tewas Diterkam Harimau

Regional
Melihat Indahnya Setigi Gresik, Istana Batu Kapur Perpaduan Honai Papua

Melihat Indahnya Setigi Gresik, Istana Batu Kapur Perpaduan Honai Papua

Regional
Polda Jabar Selidiki Video Polisi Pukul Penolak Penggusuran Tamansari

Polda Jabar Selidiki Video Polisi Pukul Penolak Penggusuran Tamansari

Regional
Satgas Tinombala Buru Mujahidin Indonesia Timur, Penembak Anggota Brimob di Parigi

Satgas Tinombala Buru Mujahidin Indonesia Timur, Penembak Anggota Brimob di Parigi

Regional
Temukan Jejak Harimau di Riau, BBKSDA Beberkan Cara Hindari Serangan

Temukan Jejak Harimau di Riau, BBKSDA Beberkan Cara Hindari Serangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X