Menteri ESDM Akan Modernisasi Alat Pemantauan Gunung Api di Indonesia

Kompas.com - 25/02/2018, 07:45 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan saat berada di halaman kantor BPPTKG, Yogyakarta, Sabtu (24/2/2018). KOMPAS.com/Wijaya KusumaMenteri ESDM Ignasius Jonan saat berada di halaman kantor BPPTKG, Yogyakarta, Sabtu (24/2/2018).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan akan memodernisasi seluruh alat-alat pemantauan gunung api, yang dilakukan secara bertahap.

"Memang modernisasi ya terus. Saya kira Badan Geologi juga terus memodernisasi peralatan," ujar Ignasius Jonan, di kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Yogyakarta, Jumat (23/02/2018).

Jonan mengungkapkan, sebenarnya peralatan pengamatan gunung api merupakan evolusi dari teknologi yang ada. Seiring dengan perkembangan teknologi, alat-alat pemantuan gunung api juga perlu dimodernisasi.

"Mulai dulu yang hanya sifatnya mekanik, sekarang sudah pakai elektronika, sudah pakai GPS, pakai fasilitas internet. Jadi bisa memantau suhu kawah gunung api dari sini," kata Jonan.


(Baca juga: Indonesia Tercatat Jadi Salah Satu Negara dengan Letusan Gunung Api Mematikan)

Menurut dia, modernisasi alat-alat pemantuan gunung api di Indonesia akan dilakukan secara bertahap.

"Kita pelan-pelan modernisasi peralatan pemantuan itu dan alat-alat analisis batuan untuk memprediksi kapan kemungkinan erupsinya itu, jenis letusan apa," ucap Jonan.

"Ini bertahap sih, kalau mau dimodernisasi semua ya bisa, ya mungkin anggarannya juga harus dipadatkan setahun," kata dia.

Sementara itu, Kepala BPPTKG Yogyakarta I Gusti Made Agung Nandaka menyampaikan, teknologi terus berkembang termasuk teknologi peralatan pemantuan gunung api.

Menurut dia, modernisasi merupakan bentuk perhatian dari Menteri ESDM, karena peralatan pemantuan gunung api sangat penting. Sebab, ini berkaitan dengan perlindungan warga masyarakat.

"Teknologi kan berkembang dan kita harus mengikuti perkembangannya. Teknologi pemantauan gunung api sangat penting. Kita tahu ada 127 gunung api, dan hampir Lima gunung api di Indonesia meletus pertahun," tutur Agung Nandaka.

BPPTKG Yogyakarta berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi alat pemantuan gunung api.

"Kami akan mengembangkan terus. Komitmen dari Bapak Menteri ESDM mendorong kita untuk meningkatkan teknologi alat pemantuan," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X