Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga - Kompas.com

Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

Kompas.com - 24/02/2018, 23:10 WIB
Pintu masuk Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang terletak di Jalan Diponegoro   No.52-60, Sidorejo, Salatiga, Jawa Tengah.KOMPAS.COM/ SYAHRUL MUNR Pintu masuk Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang terletak di Jalan Diponegoro No.52-60, Sidorejo, Salatiga, Jawa Tengah.


SALATIGA, KOMPAS.com - Kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) adalah potret Indonesia mini. Seperti apakah wajah masyarakat Indonesia? Bhineka. Beragam suku, bangsa, dan agamanya.

Maka, siapapun yang menihilkan keragaman ini, berarti menihilkan Indonesia. Di UKSW keragaman Indonesia dipelihara dan dikembangkan. 

Meski dikelola oleh yayasan kristen, UKSW adalah rumah bagi mahasiwa dari segala suku dan agama. Mahasiswi mengenakan hijab jamak terlihat berlalu lalang di kampus ini.

Indah Puji Astuti (21), salah seorang mahasiswi UKSW, menuturkan, pihak kampus tidak pernah memberikan larangan kepada mahasiwi untuk mengenakan hijab sebagai identitas seorang muslimah.

Indah yang kini duduk di semester 8 mengaku tidak pernah mengalami hambatan berteman dengan teman-temannya dari berbagai suku dan agama. Itulah kenapa Indah merasa nyaman mengenakan hijab di kampusnya.

Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (ekbis) semester 8 ini mengaku pertemanan di kampus ini tidak pernah memandang agama. Semua bisa bergaul dengan semua tanpa batasan. Ia mengaku banyak memiliki teman dari berbagai golongan. 

"Saya memilih di UKSW karena (program studi) manajemennya dapat akreditasi A. Selama kuliah tidak ada hambatan, interaksi dengan teman-teman non muslim baik-baik saja," kata Indah, warga Kabupaten Semarang saat dijumpai Jumat (23/2/2018).

Sementara itu, salah seorang teman Indah, Riama Putri Sion (21) asal Bekasi mengaku sudah memperkirakan jika kuliah di UKSW ia akan bertemu dengan banyak orang dari beragam latar belakang. 

Sion yang merupakan keturunan Tionghoa ini berkawan dengan banyak teman yang berbeda agama. Menurut Sion, tak ada yang perlu diributkan soal perbedaan. 

"Saya di Bekasi temannya juga banyak yang muslim, jadi buat apa diributkan. Di sini saya berteman baik dengan Indah," kata Sion.

Pelaksana Tugas (Plt) Pembantu Rektor UKSW I Dr Iwan Setyawan mengatakan, kampus UKSW memang menjadi tujuan mahasiwa yang datang dari segala penjuru di Indonesia.

"Mulai dari ujung Papua sampai Aceh itu ada, 30 sekian provinsi," kata dia. 

Selain mengembangkan intelektual, lanjut Iwan, UKSW juga merupakan tempat untuk mengembangkan sikap toleran dan terbuka. Suasana yang penuh toleransi ini, kata Iwan, akan terus dipertahankan.

Dalam kesempatan terpisah, Walikota Salatiga Yuliyanto mengapresiasi kemajemukan di kampus UKSW.

"Kota Salatiga merupakan Indonesia mini karena berbagai entis dan suku dari wilayah nusantara tinggal di kota ini. Dan Salatiga mendapatkan predikat kota paling toleran se-Indonesia. Saya harap anak-anak yang belajar di UKSW turut mempertahankan predikat tersebut," kata Yuliyanto.

Tahun 2017 lalu Kota Salatiga kembali mendapat skor tertinggi dalam indeks Kota Toleran. Kota dengan masyarakat yang heterogen namun saling menghargai itu mendapat nilai tertinggi bersama empat kota lainnya di Indonesia yaitu Manado, Pematangsiantar, Singkawang, dan Tual.

Baca: Salatiga Kembali Raih Predikat Kota Paling Toleran di Indonesia

Kendati hanya terdiri dari 4 kecamatan, kota ini dihuni sekitar 30 etnis. Representasi lainnya sebagai kota paling toleran adalah keberadaan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), tempat belajar mahasiwa dari beragam suku dan agama di Indonesia.



Close Ads X