Jadi Wilayah Terluar, Kepulauan Riau Rawan terhadap Radikalisme dan Terorisme

Kompas.com - 23/02/2018, 13:46 WIB
Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius didampingi Kapolda Kepri Irjen Didid Widjanardi saat akan melakukan pemaparan bahaya terorisme di Kepri, mengingat tingkat kerawanan terorisme di Kepri mencapai 85 persen. KOMPAS.com/HADI MAULANAKepala BNPT Komjen Suhardi Alius didampingi Kapolda Kepri Irjen Didid Widjanardi saat akan melakukan pemaparan bahaya terorisme di Kepri, mengingat tingkat kerawanan terorisme di Kepri mencapai 85 persen.


BATAM, KOMPAS.com - Letak geografis Kepulauan Riau yang mencapai 96 persen terdiri dari laut membuat tingkat kerawanan terhadap masuknya paham radikalisme dari luar cukup mengkhawatirkan.

Ditambah lagi, Kepulauan Riau merupakan pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. Hal ini yang perlu disikapi dengan serius agar ancaman terorisme tidak terjadi di Kepri.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius saat ditemui di Mapolda Kepri, Kamis (22/2/2018) mengatakan, wilayah Kepri kerap dijadikan pintu keluar. Hal itu diungkapkan Suhardi seusai memberikan pembekalan upaya pencegahan dan penanganan organisasi radikal dan aliran sesat serta ancaman terorisme.

Bahkan, berdasarkan hasil penanganan yang dilakukan Densus 88 dan dari data BNPT, tingkat kerawanan Kepri terhadap masuknya paham radikal sebesar 85 persen.

"Apalagi di Kepri pernah terjadi beberapa kali kasus ditangkapnya organisasi radikal yang ingin menghancurkan negara tetangga. Salah satunya akan melakukan pengeboman di Marina Bay Singapura, tempat titik kumpulnya orang-orang yang ingin ke Suriah, hingga sebagai jalur lintas pengiriman bantuan pemberontak di Indonesia, seperti di Poso," ungkap Suhardi.

Baca juga: Eks Kepala BAIS Sebut Radikalisme Kini Digunakan untuk Kepentingan Politik

"Hal ini membuktikan kalau Kepri sangat rawan penyusup terorisme dan melalui pertemuan ini, setidaknya dapat memberikan pemahaman dan berbagi ilmu pengetahuan dalam antisipasi perkembangan paham radikal, aliran sesat, dan anti-Pancasila yang belakangan mulai kembali mengancam situasi kondusif Indonesia," kata Suhardi.

Suhardi mengaku, saat ini pihaknya juga masih melakukan penyisiran dan pendalaman dari kasus-kasus sebelumnya di Kepri. Sebab, tidak menutup kemungkinan masih ada sisa pengikut organisasi radikal dan aliran terorisme.

"Hal ini juga terpantau dari beberapa medsos yang mulai terlihat ke arah organisasi paham radikal ini," ujar Suhardi.

Sementara itu, Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Batam Lucky Agung Binarto mengatakan, dalam penanggulangan bahaya teroris di Tanah Air, khususnya di Kepri, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

"Kami terus melakukan pemantauan, baik kepada WNA yang masuk ke Kepri maupun WNI yang keluar dari Kepri menuju ke Singapura dan Malaysia. Apabila ditemukan hal yang mencurigakan, atau orang-orang yang dicurigai BNPT, kami langsung melakukan pemeriksaan dan kemudian menyerahkan kepada pihak kepolisian," ucap Lucky di Mapolda Kepri.

Lucky mengakui, sepanjang tahun 2017, Imigrasi Batam telah menggagalkan belasan WNI yang terlibat organisasi radikal, yang akan bepergian meninggalkan Indonesia melalui jalur Batam.

"Lebih kurang belasan WNI yang kami gagalkan terindikasi terlibat organisasi radikal dan aliran sesat. Namun, angka pastinya saya lupa, yang jelas belasan sepanjang 2017," tutur Lucky.

Baca juga: Kepala BNPT Memastikan Akan Perjuangkan Hak Korban Terorisme

Adapun Kapolda Kepri Irjen Didid Widjanardi mengaku, saat ini wilayah hukum Polda Kepri terbilang aman dan kondusif, meski sebelumnya sempat terjadi penangkapan sejumlah orang yang terlibat organisasi radikal.

"Babinkamtibmas yang kami miliki terus melakukan sosialisasi hingga ke lingkungan RT dan RW, meski belum optimal. Namun, kami yakin hal ini mampu menciptakan rasa aman dan kondusif di Kepulauan Riau," kata Didid.

Bahkan, sejumlah program yang berkaitan dengan pemusnahan organisasi radikal, aliran sesat, dan anti-Pancasila terus dilakukan, salah satunya yaitu Quick Wins.

"Quick Wins adalah penertiban dan penegakan hukum bagi organisasi radikal, aliran sesat, dan anti-Pancasila," ungkap Didid.

"Selain penyuluhan, Polda Kepri juga melakukan patroli di kawasan perairan Kepri dan pelabuhan-pelabuhan, dengan menggunakan 11 kapal motor yang disiapkan dari Ditpolairud Polda Kepri," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Sambangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Tertipu

Ganjar Sambangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Tertipu

Regional
Ratusan Petani Hadang Petugas Pengadilan yang Tinjau Lahan Sengketa

Ratusan Petani Hadang Petugas Pengadilan yang Tinjau Lahan Sengketa

Regional
Ganjar Larang Rumah Sakit se-Jateng Tanya Isi Dompet Pasien Miskin

Ganjar Larang Rumah Sakit se-Jateng Tanya Isi Dompet Pasien Miskin

Regional
Air Sungai Meluap, Sebuah Desa di Kudus Diterjang Banjir

Air Sungai Meluap, Sebuah Desa di Kudus Diterjang Banjir

Regional
Ditangkap, Pelajar SMP di Sulsel Jadi Kurir Sabu

Ditangkap, Pelajar SMP di Sulsel Jadi Kurir Sabu

Regional
Wagub Sulut: Potensi Bencana Kita Lengkap, tapi...

Wagub Sulut: Potensi Bencana Kita Lengkap, tapi...

Regional
Cuaca Panas di Yogyakarta Akan Berlangsung hingga 3 Hari ke Depan

Cuaca Panas di Yogyakarta Akan Berlangsung hingga 3 Hari ke Depan

Regional
Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Regional
Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda, 2 Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda, 2 Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Regional
Hasil Tes DNA, Dipastikan Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda adalah Yusuf yang Hilang di PAUD

Hasil Tes DNA, Dipastikan Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda adalah Yusuf yang Hilang di PAUD

Regional
Kapolda Maluku Jenguk Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Nduga

Kapolda Maluku Jenguk Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Nduga

Regional
Gara-gara Kentut, Pasutri di Sumbar Dibacok Tetangganya

Gara-gara Kentut, Pasutri di Sumbar Dibacok Tetangganya

Regional
Hilang 10 Hari di Hutan Buton, Kakek 87 Tahun Selamat Berkat Minum Air Rotan

Hilang 10 Hari di Hutan Buton, Kakek 87 Tahun Selamat Berkat Minum Air Rotan

Regional
3 Fraksi DPRD Usulkan Interpelasi Gubernur Sumbar soal Kunjungan ke Luar Negeri dan BUMD

3 Fraksi DPRD Usulkan Interpelasi Gubernur Sumbar soal Kunjungan ke Luar Negeri dan BUMD

Regional
Gerebek Kedai, Polres Humbahas Temukan Mesin Judi Milik Oknum Polisi

Gerebek Kedai, Polres Humbahas Temukan Mesin Judi Milik Oknum Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X