Kakek 61 Tahun Dilaporkan ke Polisi karena Cabuli 4 Bocah

Kompas.com - 23/02/2018, 13:32 WIB
Sebanyak 4 orangtua bocah di bawah umur melaporkan seorang kakek ke polisi karena diduga telah mencabuli anak-anak mereka hingga korban merasa kesakitan. KOMPAS.ComSebanyak 4 orangtua bocah di bawah umur melaporkan seorang kakek ke polisi karena diduga telah mencabuli anak-anak mereka hingga korban merasa kesakitan.

MAMUJU UTARA, KOMPAS.com – Empat orangtua dari anak yang bertetangga di Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat, melaporkan seorang kakek berinisial CC (61) ke polisi, Kamis (22/2/2018).

Kakek itu diduga telah mencabuli sejumlah anak di bawah umur hingga korban mengeluh kesakitan. Seusai menerima laporan dari para korban, tim Unit Reskrim Polsek Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, langsung menciduk sang kakek di rumahnya tanpa perlawanan pada Kamis malam.

Kakek yang masih berkerabat dengan korban ini ditangkap setelah diadukan orangtua anak berinisial RD (8), pelajar kelas I SD, karena diduga telah mencabuli anak itu. 

Korban yang mengeluh kesakitan di bagian sensitifnya sejak dua hari terakhir mengaku telah dicabuli kakek CC di sebuah rumah kosong.

Sang kakek belasan cucu ini pun terlihat pasrah saat dirinya digelandang ke Mapolsek Pasangkayu.

Baca juga: Modus Guru Cabul SMPN 184, Undang Siswanya ke Rumah untuk Rekap Nilai

Dalam menjalankan aksi bejatnya, pelaku mengajak korbannya ke suatu rumah dengan iming-iming akan diberikan uang Rp 5.000 sambil meminta korban untuk tidak melaporkan perbuatannya kepada orang lain.

Dari hasil interogasi yang dilakukan oleh polisi, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan pencabulan terhadap RD.

Rm, orangtua korban yang melaporkan pelaku ke polisi, mengaku kaget mendengar pengakuan anaknya yang masih bocah dan berkerabat dengan pelaku.

“Anak saya mengeluh kesakitan dua hari terakhir. Setelah saya tanya-tanya, ia mengaku dicabuli di sebuah rumah kosong,” ujar Rm, orangtua korban.

Baca juga: Kerap Nonton Video Porno, Seorang Remaja di Buton Cabuli Siswi SD

Kasat Reskrim Polres Pasangkayu AKP Nartan Sony Prayogi mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, tim Unit Reskrim pun bergerak cepat dan meringkus pelaku yang diduga telah melakukan tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

“Korban diiming-imingi pelaku dengan uang Rp 5.000. Menurut pengakuan korban dan pelaku, dilakukan di sebuah rumah kosong,” kata Nartan.

Hingga kini penyelidikan kasus ini terus dikembangkan. Polisi menyebutkan, meski baru satu orangtua siswa yang melaporkan secara resmi ke polisi, tetapi ada tiga orangtua bocah lainnya juga mengadukan pelaku dengan kasus yang sama.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku kini diamankan di sel tahanan Mapolres Pasangkayu dan diganjar dengan Pasal 82 ayat 1 jo Pasal 76e UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X