Kompas.com - 23/02/2018, 12:52 WIB
Pedagang anjing di Pasar Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara KOMPAS.com/Mei LeandhaPedagang anjing di Pasar Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara

MEDAN, KOMPAS.com - Di sejumlah pajak, sebutan pasar di Sumatera Utara, anjing-anjing diperjualbelikan untuk dikonsumsi.

Pemandangan seperti anjing terbungkus karung dan terikat tali atau berjejal di dalam kandang dari kawat atau besi adalah biasa. Mereka dijual untuk dikonsumsi dengan harga mulai dari Rp 40.000 per kilogram.

(Baca selengkapnya: Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar hingga Piring Makan (1))

Selangkah ke depan, daging-daging anjing diolah dengan berbagai resep lalu hidangannya diperjualbelikan di berbagai rumah makan dan lapo tuak yang tersebar di kota Medan.

Arman Perangin-angin, penikmat daging anjing, mengungkapkan alasannya menyukai menu daging anjing. Sementara Aritonang, penjagalnya mengakui kadang tak tega melihat tatapan anjing yang mengiba. Namun, mereka mengaku mendapatkan manfaat dari mengonsumsi daging anjing.

(Baca selengkapnya: Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar hingga Piring Makan (2))

***

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbeda dengan Arman Perangin-angin dan Aritonang, Junita Galingging (43), warga Helvetia, Medan, mengaku, tak suka daging anjing. Alasannya, kasihan, Menurut dia, anjing itu hewan peliharaan, bukan untuk dimakan.

“Kasihan. Aku sama mamakku enggak makan anjing, tapi abangku makan…” tuturnya.

Junita mengatakan, di lingkungannya di kerap mendengar kejadian pencurian anjing.

“Ada yang nekat langsung mencurinya dari rumah. Tapi banyak juga maling anjing yang mati dihajar massa,” katanya.

Namun, dia juga mengakui bahwa banyak orang percaya daging anjing mendatangkan manfaat untuk daya tahan tubuh dan stamina, bahkan mengobati demam berdarah.

(Baca juga: Dalam Sehari, 1.200 Anjing Dikonsumsi di Kota Solo)

Data Komposisi Pangan Indonesia dari situs panganku.org yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan sejumlah gizi dari daging anjing. Komposisi gizi pangan dalam 100 gram daging anjing meliputi:

air 60,8 g
energi 198 Kal
protein 24,6 g
lemak 10,7 g
karbohidrat 0,9 g
abu 3,0 g
kalsium 1,071 mg
fosfor 876 mg
besi 4,0 mg
natrium 1,604 mg
kalium (K) 226,0 mg
tembaga 0,10 mg
seng 2,8 mg
retinol (vitamin A) 256 mcg
thiamin (vitamin B1) 0,35 mg
riboflavin (vitamin B2) 0,20 mg

Tak layak dikonsumsi

Sementara itu, sejumlah dokter menegaskan bahwa daging anjing tak layak untuk dikonsumsi.

"Daging anjing tidak layak untuk dikonsumsi," ungkap drh Maria Mingremini Panggabean singkat dan tegas.

Hal senada juga disampaikan oleh drh Chaeruddin Yoesoef yang praktik di Jalan Ringroad Medan.

"Tidak layak (dikonsumsi). Anjing tidak termasuk hewan ternak. Anjing adalah hewan kesayangan dan hewan penjaga," ungkapnya saat dihubungi, Jumat (23/2/2018).

Bersambung ke halaman dua

 

 

Pedagang anjing di Pasar Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.KOMPAS.com/Mei Leandha Pedagang anjing di Pasar Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.
Menurut Yoesoef, tak ada aturan baku mengenai pemeliharaan anjing untuk masyarakat awam. Pengetahuan tentang parasit pada anjing yang membahayakan bagi manusia juga rendah.

"Katakanlah cacing jantung, itu kan enggak awam kita dengar. Ini ada pada anjing. Media perantaranya nyamuk," kata Yoesoef.

Yoesoef menjelaskan, heartworm atau cacing jantung yang diidap anjing disebabkan parasit cacing Genus Dirofilaria Immitis yang menyerang dan berkembang biak di organ jantung, hati, paru dan ginjal.

Media perantaranya adalah gigitan nyamuk Anopheles sp dan Culex sp yang terinfeksi larva cacing jantung (mikrofilaria). Nyamuk pembawa mikrofilaria menyebarkannya saat mengisap darah anjing.

(Baca juga: "Sengsu", Tongseng Jamu, dan Kenyataan Bahayanya)

Selain itu, lanjut Yoesoef, ada risiko tersebarnya penyakit dari hewan kepada manusia, seperti rabies, melalui gigitan anjing, kera dan kucing.

"Kontrolnya tidak akan sempurna. Beda dengan hewan ternak yang sudah legal dikonsumsi, benar-benar diawasi pemerintah. Ini kan tidak," ucapnya.

Yoesoef mengatakan, salah satu barometer dan kesejahteraan sebuah negara adalah bisa dilihat dari hewan-hewan yang diurus dengan tertib, bukan dibiarkan liar. Setiap anjing seharusnya divaksinasi, begitu pula pemilik dan para tetangganya.

Kalau anjing hanya dimanfaatkan hanya untuk gaya-gayaan, hanya sebagai satpam rumah tanpa divaksinasi, lanjut dia, maka berpotensi terjadi penyebaran virus.

Yoesoef juga berharap pemerintah tegas dengan memerhatikan nasib hewan-hewan peliharaan.

"Karena objeknya ini kan enggak bisa ngomong, enggak bisa ngeluh, enggak bisa ngadu. Medan ini kan kota terbesar ketiga di Indonesia, tetapi rumah sakit hewan saja tidak punya, ke mana peran pemerintah?" tambahnya kemudian.

(Baca juga: Bahaya Konsumsi Daging Anjing)

Namun, soal kepercayaan masyarakat bahwa daging anjing bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan mengobati sejumlah penyakit, Yoesoef tak mengiyakan dan tak juga menampiknya.

"Masih banyak sumber hewani lainnya. Kalau daging anjing diyakini mujarab sebagai obat, nanti malah akan bertentangan dengan para pecinta anjing. Tapi tetap intinya harus ada dulu regulasi yang mengatur dengan tegas soal ini," tuturnya.

Kepala Dinas Peternakan Sumatera Utara Dahler Lubis yang dimintai tanggapannya soal minat masyarakat yang tergolong tinggi mengonsumsi daging anjing juga menegaskan,  anjing tidak layak untuk dikonsumsi.

Pernyataannya merujuk kepada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang menyatakan bahwa hewan kesayangan tidak untuk dikonsumsi.

"Anjing termasuk hewan kesayangan. Kami rutin melakukan vaksinasi terhadap hewan penular rabies, salah satunya anjing. Konsumsi anjing yang ada di masyarakat adalah pemotongan liar. Tidak masuk dalam pelaporan dinas teknis oleh kabupaten," kata Dahler.


TAMAT

 

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.