Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar sampai Piring Makan (3)

Kompas.com - 23/02/2018, 12:52 WIB
Pedagang anjing di Pasar Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. KOMPAS.com/Mei LeandhaPedagang anjing di Pasar Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Menurut Yoesoef, tak ada aturan baku mengenai pemeliharaan anjing untuk masyarakat awam. Pengetahuan tentang parasit pada anjing yang membahayakan bagi manusia juga rendah.

"Katakanlah cacing jantung, itu kan enggak awam kita dengar. Ini ada pada anjing. Media perantaranya nyamuk," kata Yoesoef.

Yoesoef menjelaskan, heartworm atau cacing jantung yang diidap anjing disebabkan parasit cacing Genus Dirofilaria Immitis yang menyerang dan berkembang biak di organ jantung, hati, paru dan ginjal.

Media perantaranya adalah gigitan nyamuk Anopheles sp dan Culex sp yang terinfeksi larva cacing jantung (mikrofilaria). Nyamuk pembawa mikrofilaria menyebarkannya saat mengisap darah anjing.

(Baca juga: "Sengsu", Tongseng Jamu, dan Kenyataan Bahayanya)

Selain itu, lanjut Yoesoef, ada risiko tersebarnya penyakit dari hewan kepada manusia, seperti rabies, melalui gigitan anjing, kera dan kucing.

"Kontrolnya tidak akan sempurna. Beda dengan hewan ternak yang sudah legal dikonsumsi, benar-benar diawasi pemerintah. Ini kan tidak," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yoesoef mengatakan, salah satu barometer dan kesejahteraan sebuah negara adalah bisa dilihat dari hewan-hewan yang diurus dengan tertib, bukan dibiarkan liar. Setiap anjing seharusnya divaksinasi, begitu pula pemilik dan para tetangganya.

Kalau anjing hanya dimanfaatkan hanya untuk gaya-gayaan, hanya sebagai satpam rumah tanpa divaksinasi, lanjut dia, maka berpotensi terjadi penyebaran virus.

Yoesoef juga berharap pemerintah tegas dengan memerhatikan nasib hewan-hewan peliharaan.

"Karena objeknya ini kan enggak bisa ngomong, enggak bisa ngeluh, enggak bisa ngadu. Medan ini kan kota terbesar ketiga di Indonesia, tetapi rumah sakit hewan saja tidak punya, ke mana peran pemerintah?" tambahnya kemudian.

(Baca juga: Bahaya Konsumsi Daging Anjing)

Namun, soal kepercayaan masyarakat bahwa daging anjing bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan mengobati sejumlah penyakit, Yoesoef tak mengiyakan dan tak juga menampiknya.

"Masih banyak sumber hewani lainnya. Kalau daging anjing diyakini mujarab sebagai obat, nanti malah akan bertentangan dengan para pecinta anjing. Tapi tetap intinya harus ada dulu regulasi yang mengatur dengan tegas soal ini," tuturnya.

Kepala Dinas Peternakan Sumatera Utara Dahler Lubis yang dimintai tanggapannya soal minat masyarakat yang tergolong tinggi mengonsumsi daging anjing juga menegaskan,  anjing tidak layak untuk dikonsumsi.

Pernyataannya merujuk kepada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang menyatakan bahwa hewan kesayangan tidak untuk dikonsumsi.

"Anjing termasuk hewan kesayangan. Kami rutin melakukan vaksinasi terhadap hewan penular rabies, salah satunya anjing. Konsumsi anjing yang ada di masyarakat adalah pemotongan liar. Tidak masuk dalam pelaporan dinas teknis oleh kabupaten," kata Dahler.


TAMAT

 

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.