Kompas.com - 22/02/2018, 20:36 WIB

BIMA, KOMPAS.com- Seorang oknum aparatur sipil negara (ASN), dilaporkan ke Panwaslu Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Ia dilaporkan karena diduga terlibat politik praktis.

Oknum Camat Raba, Kota Bima, berinisial SF tersebut dilaporkan karena terlibat dalam kampanye terbatas calon petahana, H Arahman H Abidin.

Ketua Panwaslu Kota Bima, Sukarman mengatakan, SF dilaporkan tim pemenangan salah satu paslon wali kota dan wakil wali kota Bima, beberapa hari lalu.

"Berkas laporan sudah kita terima dan akan segera ditindaklanjuti," ujar Sukarman, Kamis (22/2/2018).

(Baca juga : Marak Alat Peraga Kampanye Liar, Panwaslu Tunggu Peraturan Bupati )

Sukarman menjelaskan, kasus dugaan tindak pidana pemilu ini dilaporkan tim pemenangan paslon nomor urut 2, Lutfi-Feri Sofian. Dalam laporan itu, pelapor menyertakan bukti video keterlibatan oknum camat dalam politik praktis.

“Setelah kita periksa, video keterlibatan ASN tersebut berisi dukungan kepada paslon tertentu,” ungkap Sukarman

Menurut dia, video keterlibataan oknum ASN ini terekam saat menghadiri kampanye terbatas Calon Wali Kota H Arahman yang berlokasi di wilayah Kecamatan Raba, beberapa waktu lalu.

Dalam salinan video berdurasi 53 detik itu, oknum ASN jajaran Pemkot Bima ini menyarankan warga untuk mendukung dan memilih calon petahana, H Arahman sambil mengacungkan satu jari.

Menanggapi pelaporan ini, Sukarman mengaku segera menindaklanjutinya dengan melibatkan polisi dan kejaksaan. Pihaknya akan mengkaji dengan menggunakan UU Pilkada dan UU ASN.

(Baca juga : Diduga Tidak Netral, 20 ASN di Parepare Terancam Kena Sanksi Panwaslu )

Namun sebelum itu, ia meminta pelapor untuk melengkapi berkas laporan karena masih ada unsur yang belum terpenuhi.

"Kemarin, kami baru menerima video. Sedangkan saksi belum ada, sehingga kami anggap laporan itu belum lengkap," tutur Sukarman.

Karena itu, pihaknya meminta pelapor segera melengkapi berkas pelaporan dengan menghadirkan saksi hingga batas waktu yang telah ditetapkan.

"Jika berkas laporan dinyatakan lengkap, maka langkah yang diambil kami langsung panggil oknum PNS ini untuk dimintai klarifikasi secepatnya,” tutur dia

Atas laporan ini, Sukarman belum bisa menyimpulkan dugaan keterlibatan oknum ASN tersebut masuk dalam pelanggaran pemilu sebelum melakukan beberapa tindakan. Salah satunya, mengkaji bukti yang dilaporkan.

“Kami pelajari dulu sejauh mana keterlibatan PNS itu. Apakah masuk dalam pelanggaran UU pemilu atau tidak, nanti akan diputuskan oleh tim Gakkumdu yang terdiri dari Kejaksaan, Kepolisian, dan Panwaslu,” tutupnya.

Kompas TV Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memiliki strategi dengan merangkul generasi milenial sebagai sasaran utama pemilih.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Regional
Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Regional
70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

Regional
Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Regional
Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Regional
Walkot Ridho Sebut “Fokus” Jadi Kunci Keberhasilan Program Kerja Pemkot Prabumulih

Walkot Ridho Sebut “Fokus” Jadi Kunci Keberhasilan Program Kerja Pemkot Prabumulih

Regional
Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II 2022 Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II 2022 Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Regional
Semarakkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Gubernur Syamsuar Bagikan Bendera Merah Putih di Riau

Semarakkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Gubernur Syamsuar Bagikan Bendera Merah Putih di Riau

Regional
Rayakan HUT Ke-828, Kabupaten Trenggalek Gelar Festival Kesenian Jaranan 2022

Rayakan HUT Ke-828, Kabupaten Trenggalek Gelar Festival Kesenian Jaranan 2022

Regional
Wujudkan Sumsel Maju untuk Semua, Pemprov Sumsel Fokus Pada 6 Prioritas Daerah

Wujudkan Sumsel Maju untuk Semua, Pemprov Sumsel Fokus Pada 6 Prioritas Daerah

Regional
Stunting di Musi Banyuasin Terus Menurun, Bupati Apriyadi Paparkan Strateginya

Stunting di Musi Banyuasin Terus Menurun, Bupati Apriyadi Paparkan Strateginya

Regional
Dukung Penurunan Stunting, Walkot Mahdi Gelar Acara “Rembuk Stunting Kota Metro 2022”

Dukung Penurunan Stunting, Walkot Mahdi Gelar Acara “Rembuk Stunting Kota Metro 2022”

Regional
Terbuka untuk Umum, Ini Rangkaian Acara Hari Jadi Ke-65 Provinsi Riau

Terbuka untuk Umum, Ini Rangkaian Acara Hari Jadi Ke-65 Provinsi Riau

Regional
Pluralisme di Sekolah Negeri di Jogjakarta

Pluralisme di Sekolah Negeri di Jogjakarta

Regional
Miliki Ribuan Spot WiFi Gratis, Madiun Dikukuhkan sebagai Desa Sensor Mandiri Pertama di Indonesia

Miliki Ribuan Spot WiFi Gratis, Madiun Dikukuhkan sebagai Desa Sensor Mandiri Pertama di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.