Kompas.com - 22/02/2018, 08:58 WIB
Pak Lam menghitung ular yang dijual warga di belakang Terminal Ngadirojo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. KOMPAS.com/Muhlis Al AlawiPak Lam menghitung ular yang dijual warga di belakang Terminal Ngadirojo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

WONOGIRI, KOMPAS.com — Ngadimin (55), warga Masaran, Sragen, Jawa Tengah bersabar menunggu beberapa warga yang ingin menjual tangkapan ular di belakang Terminal Ngadirejo, Kabupaten Wonogiri. Padahal saat itu, terik matahari mulai menyengat.

Siang itu, Ngadimin yang biasa disapa Pak Lam, sudah mengumpulkan dua karung berukuran 20 kilogram. Walau karung tersebut sudah dipenuhi ular dari warga, ia enggan beranjak. 

Pak Lam merupakan salah satu pengepul ular di Kabupaten Wonogiri. Biasanya, warga yang menyetor ular tangkapan berasal dari Purwantoro, Slogohimo, Jatisrono, Sidoharjo, Ngadirojo. 

Bagi Pak Lam meski tak mendapatkan untung besar, berbisnis jual beli ular bisa menghidupi keluarganya. Sejak masih bujang, Ngadiman sudah berjibaku berburu ular untuk dijual kepada pengepul.

"Awalnya dulu saya mencari ular lalu menjualnya kepada pengepul. Setelah lama mencari ular lama kelamaan saya memilih mengepul warga yang menjual ular lalu saya setorkan ke orang," kata Pak Lam kepada Kompas.com, Rabu (21/2/2018).

(Baca juga : Berita Terpopuler: Ular Piton Kawin Dibunuh, hingga Bayi 13 Bulan Diperkosa )

Untuk mengumpulkan warga yang menjual ular, Pak Lam menentukan weton (hari berdasarkan hitungan Jawa). Khusus di Ngadirejo, ia datang setiap pasaran pon atau lima hari sekali.

Dua karung ular diperoleh Pak Lam dari warga yang menjual ular kepadanya setiap pon.KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi Dua karung ular diperoleh Pak Lam dari warga yang menjual ular kepadanya setiap pon.
Tak hanya menunggu di satu tempat untuk membeli ular dari warga, Pak Lam juga biasa mendatangi rumah-rumah warga. Biasanya, warga yang sudah mengumpulkan banyak ular meneleponnya lalu ia mendatangi rumahnya.

"Dulu saya bisa berkeliling sampai Praci, Batu Pulung, hingga Pacitan. Tapi sekarang di sana sudah ada pengepulnya. Jadi saya cukup di Ngadirejo saja," tandas Pak Lam.

Menurut Pak Lam, berbisnis ular susah-susah gampang. Pasalnya, tidak semua jenis ular laku di pasaran.

Ular yang berbisa justru tidak memiliki nilai jual tinggi. Sementara ular yang tidak berbisa banyak dicari orang untuk aneka keperluan. Ia mencontohkan ular sawah yang tidak berbisa menjadi ular yang paling banyak dicari pengepul skala besar.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.