Kompas.com - 21/02/2018, 23:07 WIB
Petugas gabungan terlihat berupaya memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Wonodadi II, Desa Arang Limbung, Kabupaten Kubu Raya (21/2/2018) KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANPetugas gabungan terlihat berupaya memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Wonodadi II, Desa Arang Limbung, Kabupaten Kubu Raya (21/2/2018)

KUBU RAYA, KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Jalan Wonodadi II, Desa Arang Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menimbulkan kekhawatiran sekitar karena hanya tinggal berjarak beberapa meter saja dari rumah warga di kompleks Adenia Ratri Residence. 

Kebakaran 20 hektar lahan gambut yang sudah berlangsung beberapa hari itu hanya berjarak beberapa meter saja dari rumah warga.

Fitri, salah satu warga, mengatakan, kebakaran tersebut terjadi sejak hari Sabtu (17/2/2018) sore dan berlangsung hingga malam hari.

Api sempat padam dan mereda pada Sabtu malam, namun pada Minggu (18/2/2018) siang, api kembali membakar lahan tersebut.

"Minggu siang muncul lagi, sampai hari ini," ujar Fitri saat ditemui di lokasi kebakaran, Rabu sore.

(Baca juga : Enggak Nyangka Pak Jokowi Mau Datang ke Pernikahan Anak Saya... )

Petugas gabungan dari Kepolisian, BPBD dan Pemadam Kebakaran Swasta terlihat berjibaku berupaya memadamkan lahan yang terbakar tersebut.

Para petugas gabungan bahu-membahu memadamkan api, mulai dari membawa selang hingga membersihkan bekas lahan yang terbakar supaya tidak merembet ke rumah warga.

Kepala Polresta Pontianak Kombes (Pol) Purwanto juga turun langsung bersama puluhan anggota kepolisian. Penanganan pemadaman kebakaran lahan tersebut, lanjut dia, dilakukan bersama-sama dengan lembaga pemerintahan, unsur TNI, pemadam swasta dan masyarakat.

"Kemarin di lahan yang sama api dari kebakaran lahan itu sudah padam. Namun karena lahan gambut, rupanya api yang masih ada di dalam terkena angin maka sisa api kembali membakar lahan gambut itu," ujar Purwanto.

Lahan gambut yang terbakar diperkirakan memiliki kedalaman enam meter. Jika terbakar, api yang berada di dalamnya bisa kembali membara saat tertiup angin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Regional
Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X