Dilarang, Pasang Alat Peraga Kampanye di Tempat Ibadah dan Sekolah

Kompas.com - 21/02/2018, 19:23 WIB
Ketua KPU Kota Surakarta, Agus Sulistyo di Solo, Rabu (21/2/2018). KOMPAS.com/Labib ZamaniKetua KPU Kota Surakarta, Agus Sulistyo di Solo, Rabu (21/2/2018).

SOLO, KOMPAS.com — Panwaslu Kota Surakarta, Jawa Tengah, melarang tim sukses pasangan calon memasang alat peraga kampanye di kawasan tempat ibadah, sekolah, dan kantor pemerintahan.

Petugas bakal menertibkan alat peraga kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah yang dipasang di kawasan white area.

Penertiban itu sesuai Perwali Nomor 2 Tahun 2009 tentang Ketentuan Pemasangan Alat Peraga Kampanye, baik alat peraga kampanye pileg, pilpres, maupun pilgub.

" Alat peraga kampanye yang tidak sesuai yang dikeluarkan KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan melanggar maka akan kami tertibkan. Alat peraga kampanye ini berpotensi mengganggu," ungkap komisioner Panwaslu Bidang Pengawasan, Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga, Muh Mutaqin, di Solo, Jawa Tengah, Rabu (21/2/2018).

Ketua KPU Kota Surakarta Agus Sulistyo mengatakan, KPU telah menentukan titik pemasangan alat peraga kampanye bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Dalam menentukan tempat pemasangan alat peraga kampanye itu, pihaknya melibatkan tim pemenangan dan pemangku kepentingan, seperti satpol PP dan Panwaslu.

Menurut Agus, alat peraga kampanye difasilitasi oleh KPU. Meskipun telah disiapkan KPU, pasangan calon sendiri bisa menambah alat peraga kampanye maksimal sejumlah 150 persen dari yang telah disiapkan KPU. Akan tetapi, penambahan itu biaya dibebankan terhadap masing-masing paslon.

"Jatah setiap kabupaten/kota itu hanya lima titik. Jadi, paslon hanya bisa maksimal hanya bisa menambah 150 persen dari KPU," kata Agus.

Sementara itu, untuk membagi rata, KPU Surakarta akan membagi masing-masing kecamatan dua lokasi pemasangan alat peraga kampanye. Ada beberapa wilayah di Solo yang masuk dalam katagori larangan untuk pemasangan alat peraga kampanye. Hal itu antara lain Jalan Slamet Riyadi, Jalan Ahmad Yani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Urip Sumoharjo, dan Jalan Ir Sutami.

"Itu titik-titik white area yang tidak diperbolehkan untuk dipasangi alat peraga kampanye. Selain itu, juga dilarang memasang alat peraga kampanye di bahu jembatan, sekolah, tempat ibadah, dan kantor pemerintah," ujarnya. (K136-17)

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Terpengaruh Aksi Teror, Bali Tetap Aman Dikunjungi

Tak Terpengaruh Aksi Teror, Bali Tetap Aman Dikunjungi

Regional
Kisah Pengungsi Gempa Maluku, Sengsara di Tenda, Dipungut Rp 100.000 untuk Nikmati Penerangan

Kisah Pengungsi Gempa Maluku, Sengsara di Tenda, Dipungut Rp 100.000 untuk Nikmati Penerangan

Regional
Rektor UMI Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Pelaku Penyerangan Mahasiswa

Rektor UMI Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Pelaku Penyerangan Mahasiswa

Regional
Hujan Es Hingga Pohon Tumbang Terjadi di Kota Serang

Hujan Es Hingga Pohon Tumbang Terjadi di Kota Serang

Regional
Pergi Mancing sejak Tiga Hari Lalu, Pria di Bali Ditemukan Tak Bernyawa

Pergi Mancing sejak Tiga Hari Lalu, Pria di Bali Ditemukan Tak Bernyawa

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Warga: Orangnya Baik

Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Warga: Orangnya Baik

Regional
Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Markas Polisi di Jabar Tingkatkan Keamanan

Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Markas Polisi di Jabar Tingkatkan Keamanan

Regional
Tembak Kontraktor, Anak Bupati Majalengka Masih Jadi Saksi

Tembak Kontraktor, Anak Bupati Majalengka Masih Jadi Saksi

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Dikenal Sebagai Pengemudi Ojek Online dan Penjual Bakso Bakar

Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Dikenal Sebagai Pengemudi Ojek Online dan Penjual Bakso Bakar

Regional
Mantan Menaker Hanif Dhakiri Ramaikan Bursa Calon Wali Kota Surabaya

Mantan Menaker Hanif Dhakiri Ramaikan Bursa Calon Wali Kota Surabaya

Regional
Denny Indrayana Optimistis Maju Sebagai Calon Gubernur Kalsel Lewat Jalur Partai

Denny Indrayana Optimistis Maju Sebagai Calon Gubernur Kalsel Lewat Jalur Partai

Regional
Menteri hingga Gubernur Kirim Karangan Bunga untuk Keluarga Djaduk Ferianto

Menteri hingga Gubernur Kirim Karangan Bunga untuk Keluarga Djaduk Ferianto

Regional
Polda Jatim Akan Tetapkan Tersangka Baru Kasus Sekolah Ambruk di Pasuruan

Polda Jatim Akan Tetapkan Tersangka Baru Kasus Sekolah Ambruk di Pasuruan

Regional
Buntut Kematian Mahasiswa di Kampus, Rektor UMI Minta Polisi Berjaga 1 Bulan

Buntut Kematian Mahasiswa di Kampus, Rektor UMI Minta Polisi Berjaga 1 Bulan

Regional
Pelamar CPNS Tak Penuhi Syarat Seleksi Administrasi Bisa Manfaatkan Waktu Sanggah

Pelamar CPNS Tak Penuhi Syarat Seleksi Administrasi Bisa Manfaatkan Waktu Sanggah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X