Tes Urine Diwacanakan Jadi Syarat Menikah di Aceh Besar

Kompas.com - 21/02/2018, 18:09 WIB
Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk H Husaini A Wahab. KOMPAS.com/RAJA UMARWakil Bupati Aceh Besar, Tgk H Husaini A Wahab.

ACEH BESAR, KOMPAS.com - Untuk memastikan setiap pasangan yang ingin menikah terbebas dari narkotika, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berencana memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Tes Urine.

Pemeriksaan tes urine tersebut sebagai salah satu syarat setiap pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan.

“Di Aceh Besar kita sedang mewacanakan Perda Tes Urine sebagai salah satu syarat untuk menikah, sehingga setiap keluarga baru nantinya terbebas dari narkoba,” kata Wakil Bupati Aceh Besar Tgk H Husaini A Wahab, Rabu (21/2/2018).

Menurut Husaini, untuk memberlakukan peraturan perda tersebut, setiap pasangan warga Kabupaten Aceh Besar akan berkoordinasi dengan Kemenag Aceh, Kanwil, Depag, dan BNN.

(Baca juga : BNN Bakal Tindaklanjuti Permintaan Tes Urin untuk Staf Setjen DPR )

“Perda Tes Urin itu akan kita godok. Nanti kami akan duduk dengan Kanwil Aceh, Depag, Kemenag, dan BNN, bagaimana penerapannya nanti kita sepakati dulu,” jelasnya.

Dalam waktu dekat ini, sambung Husaini, Pemkab Aceh Besar akan mulai mensosialisasikan kepada KUA dan camat. 

Jika nanti ada pasangan yang positif ketergantungan narkoba setelah menjalani tes urine, orangtua kedua belah pihak diminta untuk menunda waktu pernikahan putra-putrinya.

“Kalau sudah tes urine nantikan ketahuan. Jika keluarga tetap ingin menikahkan anak mereka bisa membatalkan atau menunda sambil menunggu rehabilisasi,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demi Anak Jadi PNS, Kusmiyati Rela Utang Rp 200 Juta, Ternyata Ditipu Tetangga

Demi Anak Jadi PNS, Kusmiyati Rela Utang Rp 200 Juta, Ternyata Ditipu Tetangga

Regional
Oknum PNS di Riau yang Ditangkap Polisi karena Edarkan Sabu Ternyata Residivis

Oknum PNS di Riau yang Ditangkap Polisi karena Edarkan Sabu Ternyata Residivis

Regional
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkot Semarang Meniadakan Pesta Rakyat di Pelantikan Wali Kota Hendi

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkot Semarang Meniadakan Pesta Rakyat di Pelantikan Wali Kota Hendi

Regional
Dicopot dari Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Bambang Susilo Ungkap Alasannya Dukung KLB

Dicopot dari Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Bambang Susilo Ungkap Alasannya Dukung KLB

Regional
Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Kawal Percepatan Vaksinasi Covid-19

Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Kawal Percepatan Vaksinasi Covid-19

Regional
Korban Tewas Tambang Ilegal Parigi Moutong Jadi 6 orang, 4 di Antaranya Perempuan

Korban Tewas Tambang Ilegal Parigi Moutong Jadi 6 orang, 4 di Antaranya Perempuan

Regional
Kakek Tunarungu Simpan 9 Karung Uang di Rumah, Lurah: Dihitung Sudah Rp 174 Juta, dan Masih Ada 2 Karung Lagi

Kakek Tunarungu Simpan 9 Karung Uang di Rumah, Lurah: Dihitung Sudah Rp 174 Juta, dan Masih Ada 2 Karung Lagi

Regional
Cerita Evakuasi, Jalan Kaki Selama 9 Jam demi Selamatkan Sakirin

Cerita Evakuasi, Jalan Kaki Selama 9 Jam demi Selamatkan Sakirin

Regional
Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Loji Gandrung

Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Loji Gandrung

Regional
Sudah 4 Hari, Ceceran Minyak Mentah Kembali Muncul di Pesisir Karawang

Sudah 4 Hari, Ceceran Minyak Mentah Kembali Muncul di Pesisir Karawang

Regional
Pria Asal Sumbar Cabuli 30 Bocah Laki-laki, Diduga Punya Kelainan Seks

Pria Asal Sumbar Cabuli 30 Bocah Laki-laki, Diduga Punya Kelainan Seks

Regional
Tangis Kusmiyati Tanggung Utang Bank Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS

Tangis Kusmiyati Tanggung Utang Bank Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS

Regional
Pelapor 4 Petugas Forensik Jadi Penista Agama Syok Kasusnya Dihentikan, Berupaya Ajukan Pra Peradilan

Pelapor 4 Petugas Forensik Jadi Penista Agama Syok Kasusnya Dihentikan, Berupaya Ajukan Pra Peradilan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta | Cerita Pasangan Suami Istri Punya 16 Anak

[POPULER NUSANTARA] Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta | Cerita Pasangan Suami Istri Punya 16 Anak

Regional
Sedang Masukkan Buah ke Mobil, Azhari Tewas Ditabrak Pikap dari Belakang

Sedang Masukkan Buah ke Mobil, Azhari Tewas Ditabrak Pikap dari Belakang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X