Saat Mobil hingga Becak Listrik UGM Mejeng Keliling Jogja

Kompas.com - 20/02/2018, 18:38 WIB
Becak listrik karya mahasiswa dan tim Fakultas Teknik UGM yang turut dalam parade kendaraan listrik keliling Yogyakarta KOMPAS.com / Wijaya KusumaBecak listrik karya mahasiswa dan tim Fakultas Teknik UGM yang turut dalam parade kendaraan listrik keliling Yogyakarta

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak sembilan kendaraan bertenaga listrik karya para mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada mengikuti parade dengan berkeliling kota Yogyakarta. Parade ini digelar dalam rangkaian acara Hari Pendidikan Tinggi Teknik ke-72.

Koordinator Parade dan Pameran Kendaraan Listrik Yano Surya Pradana mengatakan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada berkomitmen dalam mengembangkan mobil masa depan yang ramah lingkungan.

"Sebagai wujud komitmen itu, digelar acara parade kendaraan listrik dan pameran kendaraan listrik. Ini dalam rangka Hari Pendidikan Tinggi Teknik ke-72," ujar Yano, Minggu (18/2/2018).

Parade diikuti sebanyak sembilan kendaraan listrik, yakni dua kendaraan sepeda listrik, empat mobil listrik (Semar 1, Semar 2, ICA dan Arjuna), becak listrik, dan dua motor listrik.

"Delapan kendaraan karya mahasiswa dan tim Fakultas Teknik UGM. Satu kendaraan karya dari komunitas kendaraan listrik di yang dalam pengembangannya juga melibatkan tim fakultas Teknik UGM," tegasnya.

(Baca juga: Mahasiswa Untag Surabaya Ciptakan Mobil Listrik dengan Modal Rp 70 Juta)

Sembilan kendaraan bertenaga listrik ini memulai perjalanan dari Bundaran UGM. Setelah itu, berkeliling melewati Jl. Simanjuntak, Jl. Diponegoro, Jl. Mangkubumi, Stasiun Tugu, Malioboro, km 0, Jl. Panembahan Senopati, Jl. Mayor Suryotomo, Jl. Mataram, Jl. Abu Bakar Ali, Jl. Yos Sudarso, Jl. Suryotomo, Jl. Cik Ditiro dan finish di Fakultas Teknik UGM.

"Kami ingin mempublikasikan dan mengenalkan ke masyarakat tentang kendaraan ramah lingkungan yakni kendaraan listrik ini," ungkapnya.

Yano berharap, ke depan, mereka bisa memproduksi secara massal kendaraan listrik yang ramah lingkungan ini sehingga bisa mengganti kendaraan yang berbasis bahan bakar minyak.

"Harapannya kami mampu memproduksi kendaraan listrik untuk mengganti kendaraan berbahan bakar minyak. Kenapa, karena bahan bakar minyak sudah menyusut dan akan habis, lalu juga menimbulkan polusi," ujarnya.

Selain parade, pameran kendaraan listrik serta pameran "Technoday" untuk siswa SMA se DIY-Jawa Tengah juga digelar di Fakultas Teknik UGM.

"Ini untuk mengenalkan, teknologi dan kendaraan listrik kepada siswa SMA," tambah Yano.

Sementara itu, Rektor UGM Panut Mulyono menyampaikan, UGM telah melakukan riset tentang kendaraan listrik dan kemajuannya cukup baik. Parade ini, lanjutnya, merupakan bukti hasil dari riset tentang kendaraan listrik yang ramah lingkungan.

"Kami telah memperoleh kemajuan yang cukup baik, ini hasil-hasilnya yang diparadekan. Ke depan akan terus dikembangkan dan harapannya kendaraan listrik dapat diproduksi secara masal sehingga bisa digunakan masyarakat," tuturnya.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban'

"Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban"

Regional
Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Regional
Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Regional
Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Regional
Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Regional
Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Regional
Video 'Hancurkan Risma' Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Video "Hancurkan Risma" Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Regional
Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat 'Most Engaging' Pemprov

Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat "Most Engaging" Pemprov

Regional
Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Regional
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Regional
Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Regional
Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Regional
Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X