Kompas.com - 20/02/2018, 16:17 WIB
Ilustrasi KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOIlustrasi

BANDUNG, KOMPAS.com - Hujan yang mengguyur, Senin (19/2/2018), mengakibatkan longsor di wilayah Sumedang, tepatnya di Dusun Cihirung RT 01 RW 07, Desa Ganjaresik, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Mirisnya, longsor mengenai dam dan menimpa rumah seorang petani yang mengakibatkan seorang anak meninggal dan dua orang mengalami luka-luka.

Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata menjelaskan, kejadian longsor ini terjadi Senin (19/2/2018) sekira pukul 23.00 WIB. Tanah longsor ini merobohkan dam dan menimpa rumah warga.

"Kejadian itu diakibatkan karena turunnya hujan yang terus menerus sehingga tanah menjadi labil dan mengakibatkan dam jebol dan menimpa rumah Ence (35)," ungkap Hari ketika dihubungi, Selasa (20/2/2018).

Akibatnya seorang anak berusia 4 tahun meninggal dunia sedang dua orang mengalami luka-luka.

"Akibat dari kejadian tersebut satu rumah mengalami rusak, dan ada korban jiwa satu orang meninggal dunia yakni anak laki-laki, Rivaldi (4), dan dua orang luka ringan yakni Ence dan istrinya, Enah (30)," tuturnya.

(Baca juga: "Enggak Nyangka Pak Jokowi Mau Datang ke Pernikahan Anak Saya...")

Menurut dia, lokasi perumahan warga di daerah tersebut terletak di daerah perbukitan di mana untuk memperoleh lahan rumah atau bangunan di wilayah itu harus menggunakan dam sehingga apabila terjadi hujan kerawanan longsor sangat mungkin terjadi apabila pembangunan dam tidak maksimal.

"Korban luka langsung dibawa ke Puskesmas Wado, sementara kerugian akibat longsor diperkirakan Rp 50 juta," ungkap Hari.

Koordinator Humas dan Protokoler Basarnas Kantor SAR Bandung menambahkan, pada saat kejadian Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang dibantu warga langsung mengevakuasi korban yang mengalami luka ringan dan membawa korban ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan.

Adapun akibat kejadian longsor ini berdampak pada belasan rumah di Dusun Munjul, Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang.

"Yang terdampak 11 kepala keluarga. Pemerintahan setempat beserta warga membereskan material longsoran," tuturnya.


Kompas TV Selain itu, PT KAI juga menawarkan penggantian penuh untuk para penumpang yang berniat membatalkan perjalanan.   
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.