Atap SDN di Probolinggo Ambruk, Diduga karena Penyelewengan Pembangunan

Kompas.com - 20/02/2018, 10:58 WIB
Ilustrasi sekolahKOMPAS.com/Junaedi Ilustrasi sekolah

PROBOLINGGO, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Probolinggo, Jawa Timur, menilai, ambruknya atap SDN II Palang Besi di Kecamatan Lumbang disebabkan terjadi dugaan penyelewengan dalam pengerjaannya, bukan karena peristiwa alam.

Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto menyebutkan, galvalum atau rangka atap yang terlalu tipis tidak kuat menahan genteng sehingga ambruk.

Ambruknya atap tersebut terjadi pada malam hari sehingga tidak ada korban jiwa. Atap yang ambruk itu menimpa ruang kelas I, kelas II, kelas III, dan kantor guru. Proses belajar-mengajar pun dilakukan di rumah.


Riyanto menambahkan, kasus tersebut terus diselidiki pihak kepolisian. Dari hasil analisis sementara, ambruknya atap sekolah tersebut terjadi karena ada indikasi penyelewengan dalam pembangunan gedung tersebut.

Baca juga: Sekolah Ambruk di Cirebon, Siswa 2 Kelas Belajar dalam Satu Ruang

“Galvalumnya terlalu tipis sehingga atap sekolah ambruk. Sejumlah barang bukti sudah kami kumpulkan. Kami juga memintai keterangan pihak-pihak terkait dalam pembangunan SDN tersebut,” katanya, Selasa (20/2/2018).

“Saya mengatakan, ini bukan peristiwa alam karena galvalum yang digunakan tak memenuhi syarat,” ujar Riyanto.

Selanjutnya, pihaknya akan segera memanggil pihak sekolah, dinas pendidikan, atau pihak terkait lainnya untuk memastikan kondisi galvalum yang digunakan di sekolah tersebut.

Baca juga: Angin Kencang Terjang Manggarai Timur, Bangunan di 7 Sekolah Ambruk

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X