Kebakaran Hutan Kembali Terjadi, Pemprov Riau Tetapkan Status Siaga Darurat

Kompas.com - 20/02/2018, 08:08 WIB
Tim satgas karhutla Riau melakukan rapat koordinasi penetapan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan di Riau. Kompas.com/Citra IndrianiTim satgas karhutla Riau melakukan rapat koordinasi penetapan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan di Riau.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Sejak awal Januari 2018, kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Riau. Mengantisipasi terjadinya kabut asap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau secara resmi menetapkan status siaga darurat penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2018.

Penetapan status tersebut setelah diadakan rapat koordinasi (rakor) oleh Pemprov Riau bersama TNI, Polda Riau, BPBD Riau, dan Manggala Agni, Senin (19/2/2018) di Kantor Gubernur Riau.

Sejak awal Januari 2018, luas lahan yang terbakar di Riau mencapai 549 hektar, yang tersebar di 9 kabupaten dan kota di Riau. Sedangkan jumlah titik panas (hotspot) yang terpantau oleh BMKG sejak awal tahun ini berjumlah 59 titik.


Pernyataan itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim, yang menunjuk Plt Danrem 031/Wira Bima Kolonel Czi I Nyoman Parwata sebagai Incident Commander.

Baca juga: Kobaran Api hingga 10 Hektar, Kebakaran Hutan di Gunung Talang Mulai Reda

Dalam hal ini, Plt Danrem 031/WB I Nyoman Parwata mengatakan, hampir dua tahun berturut wilayah Riau bebas dari kabut asap.

"Itu artinya, kita sudah bisa mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Ke depannya kita harus bersama menjaga Riau ini dari kebakaran tersebut," ujar I Nyoman.

Dia mengaku, karhutla memang ditemukan di sejumlah daerah di Riau. Namun, hal itu dapat diatasi oleh tim satgas gabungan TNI, Polri, BPBD, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Pemprov Riau pun sepakat mengambil langkah untuk menetapkan status siaga darurat penanggulangan bencana karhutla tersebut.

"Saat ini sudah ada 3 kabupaten yang menetapkan status siaga darurat penanggulangan bencana karhutla, yaitu Palalawan, Bengkalis, dan Inhil," kata I Nyoman.

Baca juga: Presiden: Aturan Masih Sama, Ada Kebakaran Hutan Saya Copot!

Sementara itu, lanjut dia, pencegahan karhutla di Riau harus dilakukan sedini mungkin. Kemudian, pembuatan dan pemeliharaan embung dan sekat kanal juga harus ditinjau kembali.

"Embun dan kanal yang lama kita pelihara. Apabila diperlukan ditambah, maka kita tambah agar tidak sulit mendapatkan sumber air apabila terjadi kebakaran lahan," terang I Nyoman.

Sebab, pemadaman selain water bombing menggunakan heli, embung, dan kanal juga cukup efektif untuk melakukan pemadaman api.

Oleh karena itu, I Nyoman meminta kepada seluruh masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam mengatasi dan mencegah karhutla tersebut.

"Pemerintah tentunya tidak dapat berjalan sendiri tanpa didukung oleh masyarakat dan perusahaan, yang memiliki alat dan prasarana yang dapat membantu mengatasi terjadinya bencana karhutla," terang I Nyoman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Regional
Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Regional
Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Regional
Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Regional
Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Regional
Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Regional
Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Regional
Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Regional
Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Regional
Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Regional
Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X