Kasus Penganiayaan Komandan Brigade Persis, Polisi Lakukan Pemberkasan

Kompas.com - 20/02/2018, 07:33 WIB
Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo dan Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris tengah berkunjung ke Kantor Masjid PP Persis di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, seusai melaksanakan shalat berjemaah di Masjid PP Persis, Senin (19/2/2018). KOMPAS.com/AGIE PERMADIKapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo dan Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris tengah berkunjung ke Kantor Masjid PP Persis di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, seusai melaksanakan shalat berjemaah di Masjid PP Persis, Senin (19/2/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi tengah melakukan tahap pemberkasan kasus penganiayaan hingga menyebabkan kematian terhadap Komandan Brigade Persis HR Prawoto. Bahkan, semenjak kasus itu bergulir, polisi terus melakukan komunikasi dan koordinasi perkembangan kasus tersebut dengan pihak Persis.

"Sudah (pemberkasan), saya juga melakukan koordinasi bantuan hukum dari Persis. Saya sampaikan, saya akan laporkan setiap perkembangan kasusnya, saat ini pemberkasan sedang dilakukan oleh Kaserse. Sesuai janji saya, akan kita laporkan (perkembangan kasus) ke pihak persis," jelas Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo di Kantor Masjid PP Persis, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung.

Ketika disinggung apakah tes kejiwaan pelaku Asep Maftuh (45) yang diduga mengalami gangguan kepribadian sudah selesai dilakukan, Hendro menjelaskan, hingga saat ini uji psikologis masih dalam proses.

"Masih dalam proses, proses pemberkasan sekarang," ucap Hendro.

Baca juga: Polisi Lanjutkan Proses Hukum Penganiayaan Komandan Brigade Persis

Sementara itu, Hendro menjelaskan, Polrestabes Bandung memiliki program khusus agar setiap jajarannya hingga Polsek dan Babinkamtibmas melaksanakan shalat berjemaah di masjid-masjid terdekat di wilayahnya masing-masing.

"Ini serentak, anggota kita, Kapolres, Wakapolres, Kabag, Kasat, Bhabinkamtibmas, Kapolsek, semua melaksanakan shalat lima waktu di masjid-masjid terdekat yang ada di wilayahnya masing-masing. Tentunya pesannya adalah memberikan imbauan dan Polrestabes Bandung siap mengawal, mengamankan, dan mengayomi ulama dan tokoh agama, jemaah masjid atau mushala yang sedang melaksanakan ibadah," jelasnya.

Penerapan program ini, menurut dia, sudah dilakukan sejak seminggu yang lalu. Tak terkecuali semua anggota dan jajarannya yang beragama Islam menjalankan shalat berjemaah.

"Diterapkan sudah seminggu yang lalu, semua polsek juga melakukan untuk shalat berjemaah lima waktu," tuturnya.

Baca juga: Adik Pelaku Sebut Penganiaya Komandan Brigade Persis Labil dan Temperamen

Sebelumnya diberitakan, polisi berhasil menangkap Asep Maftuh, pelaku penganiayaan terhadap HR Prawoto. Meski keluarga pelaku menyebut pelaku berkepribadian labil dan temperamen sejak tiga tahun lalu, tetapi polisi tetap memproses hukum perbuatan yang dilakukan pelaku.

Ketua Komite Etik Dokter Spesialis RS Sartika Asih sekaligus Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Leonny Widjaja pernah mengatakan bahwa berdasarkan diagnosis sementara, pelaku mengalami gangguan kepribadian.

Ciri-ciri khusus dari gangguan jiwa jenis ini salah satunya emosi yang tidak stabil. Meski begitu, untuk memastikannya, pihaknya melakukan observasi kejiwaan terhadap pelaku selama 14 hari.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Regional
Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Regional
50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

Regional
Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: 'Tolong Jangan Cari Suami Saya'

Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: "Tolong Jangan Cari Suami Saya"

Regional
Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Regional
Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Regional
Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Regional
Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Regional
Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Regional
Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Regional
Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Regional
Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Regional
519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

Regional
Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Regional
Filosofi dan Janji Ridwan Kamil Soal Pandemi di Balik Sebuah Rompi..

Filosofi dan Janji Ridwan Kamil Soal Pandemi di Balik Sebuah Rompi..

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X