Mendagri: Politik Uang Harus Dilawan karena Itu Racun Demokrasi

Kompas.com - 19/02/2018, 18:05 WIB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, Selasa (13/2/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIRMenteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

KENDARI, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo melantik Penjabat Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Teguh Setyabudi di aula Bahteramas kantor Gubernur setempat di Kendari, Senin (19/2/2018).

Pelantikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri itu menyusul berakhirnya masa jabatan pelaksana tugas (Plt) gubernur Sultra HM Saleh Lasata pada 18 Februari 2018.

Dalam kesempatan itu, Mendagri menegaskan agar penjabat gubernur Sultra lebih meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda), khususnya dengan Kapolda, Danrem dan kepala BIN Sultra.

Tugas yang paling penting dan mendesak adalah menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 mendatang.


"Tetap jalin kerja sama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama. Saya yakin pilkada tahun ini aromanya pilcaleg dan pilpres, dan saya yakin di bawah kendali keamanan bapak kapolda dengan di-back up Forkompimda semuanya, pilkada di Sultra akan berjalan dengan lancar dan sukses," kata Tjahjo.

Baca juga : Tidak Satu Pun Peserta Pilkada Sulsel Hadiri Deklarasi Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA

Selain itu, Tjahjo juga menekankan kepada penjabat gubernur dan seluruh kepala daerah se-Sultra mendukung penuh kegiatan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Bawaslu agar pilkada berjalan sukses.

"Saya minta pj gubernur juga meningkatkan partisipasi politik masyarakat dengan melakukan sosialisasi pentingnya hak pilih," ucapnya.

Tak lupa dalam kesempatan itu, Tjahjo juga meminta kepada masyarakat Sultra agar melawan politik uang dalam setiap momen pilkada karena hal itu bisa merusak tatanan demokrasi.

"Harus dilawan money politics karena itu adalah racun demokrasi yang akan merusak nilai luhur demokrasi. Saya titip masyarakat harus lawan politik uang," tegas Tjahjo.

Lanjut Tjahjo, pilkada itu bertujuan untuk memilih pemimpin yang amanah dan mampu membawa daerah ke arah yang lebih baik.

"Pemimpin itu harus adu gagasan dan konsep. Tunjukkan gagasan dan konsepmu kepada rakyat, hindari kampanye yang bersifat fitnah, SARA,” tegas Tjahjo.

Baca juga : Pendaftaran Pilkada NTB, Suhaili-Amin Siap Lawan Narkoba dan Politik Uang

Tak lupa, mantan anggota DPR RI ini mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kinerja yang telah ditunjukkan oleh duet gubernur dan wakil gubernur Sultra, Nur Alam-Saleh Lasata dalam membangun hubungan tata kelola yang baik dengan pemerintah pusat.

Sebagaimana diketahui tahun 2018 ini merupakan tahun politik. Ada 17 provinsi, 115 kabupaten dan 39 kota di Indonesia yang menggelar pilkada serentak, termasuk di Sultra.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X