Calon Jemaah Umroh Abu Tour di Majene Tuntut Kejelasan Pemberangkatan - Kompas.com

Calon Jemaah Umroh Abu Tour di Majene Tuntut Kejelasan Pemberangkatan

Kompas.com - 18/02/2018, 21:28 WIB
Kedua dari kiri, CEO Abu Tours, Muhammad Hamzah Mamba memberikan penjelasan terkait maklumat yang diterbitkannya.KOMPAS.com/Hendra Cipto Kedua dari kiri, CEO Abu Tours, Muhammad Hamzah Mamba memberikan penjelasan terkait maklumat yang diterbitkannya.

MAJENE, KOMPAS.com – Sebanyak 104 calon jamaah umrah dari biro perjalanan umroh, Abu Tours and Travel di Majene, Sulawesi Barat gagal berangkat umroh sesuai jadwal.

Pihak manajemen Abu Tours menunda keberangkatan para calon jemaah umroh tersebut tanpa ada pengembalian dana dan pergantian jadwal keberangkatan umroh yang pasti.

Manajemen mengklaim penundaan 104 jemaah asal Majene itu dilakukan karena terjadi kenaikan pajak sebanyak 5 persen di Arab Saudi. Sementara itu, Kementerian Agama mentetapkan biaya minimal Rp 20 juta untuk perjalanan umrah.

Alasan lain, kondisi keuangan Abu Tours mengalami defisit, sehingga tak mampu memberangkatkan calon jemaah. Seharusnya para calon jemaah umrah tersebut berangkat ke Mekah seperti sebagaimana yang dijanjikan Abu Tour pada 13 Januari 2018 lalu. 

Terkait dengan kondisi itu, calon jamaah umrah dan pihak mitra Abu Tours menggelar pertemuan di Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Minggu (18/2/2018).

Para calon jamaah mempertanyakan kejelasan jadwal pemberangkatan umroh yang mengalami penundaan. Mereka juga mepertanyakan nasib dana yang telah mereka setor ke pihak Abu Tour.

Salah seorang calon jemaah, Rustam Rauf menilai permintaan Abu Tours agar calon jemaah umroh menambah biaya hingga Rp 5 juta dinilai tidak masuk akal.

"Jika kenaikan biaya perjalana umrah 5 persen, seharusnya biaya tambahan tidak mencapai Rp 5 juta tetapi hanya sekitar Rp 1 juta,” jelas Rustam Rauf.

Jika tidak bisa dipenuhi, jemaah harus bersabar menunggu hingga keuangan Abu Tours kembali normal.

Sementara itu, seorang mitra Abu Tours, Asmirah, berharap perusahaan mau bertanggung jawab memberangkatkan jamaahnya seperti janji dan komitmen yang diberikan.

“Karena kami tak mamu membayar biaya tambahan sampai Rp 5 juta dan kewajban mencari jamaah baru. Kami sebetulnya lebih sepakat opsi terakhir sabar menunggu sampai ke uangan abu tour mebaik, hanya saja tidak jelas kapan tanggal dna waktunya,” jelas Asmirah.


Terkini Lainnya


Close Ads X