Kompas.com - 15/02/2018, 17:27 WIB
Pintu masuk Peunayong, Gampong Keberagaman di Kota Banda Aceh. Foto diambil pada awal Desember 2017. BolaSport.com/Segaf AbdullahPintu masuk Peunayong, Gampong Keberagaman di Kota Banda Aceh. Foto diambil pada awal Desember 2017.

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Lampion merah berjejer menghiasi langit-langit Pasar Keberagaman yang berada di Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, di pusat kota Banda Aceh.

Tempat ini adalah pusat jual beli berbagai barang antara etnis Tionghoa dan umat Muslim warga Aceh yang selalu hidup rukun dan saling menghargai dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sejak puluhan tahun lalu. Namanya, Pasar Keberagaman.

“Pasar Keberagaman itu sebagai tempat berkumpulnya etnis Tionghoa dan penduduk Aceh yang ada di Kota Banda Aceh. Di sana ramai mulai dari pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 10.00 WIB saat sarapan pagi dan minum kopi,” kata Kho Khie Siong, salah satu warga Peunayong, Rabu (14/2/2018).

(Baca juga: Kerukunan di Desa Keberagaman, Tempat Ibadah Berdekatan dan Pernikahan Beda Agama Sudah Biasa)

Menurut Siong, Peunyong disematkan sebagai Gampong Keberagaman sejak tiga tahun lalu, tujuannya adalah untuk memberitahukan kepada dunia luar bahwa etnis Tionghoa yang lahir dan tinggal di Aceh dapat selalu hidup rukun dan berdampingan sejak puluhan tahun lalu.

“Nama Gampong Keberagaman itu ide saya. Awalnya sempat ditawarkan nama Gampong China oleh teman-teman perangkat desa setempat. Kemudian saya usulkanlah nama Gampong Keberagaman. Memang di Peunayong dominan Tionghoa, tapi ada beragam suku,” katanya.

(Baca juga: Merawat Keberagaman dengan Sekolah Kebinekaan...)

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setidaknya, kini ada sekitar 5.000 jiwa warga etnis Tionghoa yang lahir dan tinggal di Desa Peunayong, Kecamatan Kota Alam Banda Aceh, mereka dapat selalu hidup rukun dan berdampingan dengan umat muslim warga Aceh meski daerah Provinsi Aceh telah menerapkan qanun syariat islam.

“Nilai toleransi di Aceh sangat tinggi. Kami bisa hidup rukun dengan penduduk Aceh walau daerah yang menerapkan syariat Islam, tetapi Aceh tidak ekstrem seperti yang dibayangkan oleh orang di luar Aceh,” ujarnya.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X