8 Organisasi Konservasi Satwa Serukan Larangan Penggunaan Senapan Angin - Kompas.com

8 Organisasi Konservasi Satwa Serukan Larangan Penggunaan Senapan Angin

Kompas.com - 14/02/2018, 17:09 WIB
Orangutan di Tanjung Puting, KalimantanNanosanchez/Wikipedia Orangutan di Tanjung Puting, Kalimantan

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Sebanyak delapan organisasi yang bergerak dalam bidang konservasi hewan langka, meyerukan pelarangan penggunaan senapan angin. Seruan itu disampaikan dalam siaran pers tertulis bersama, Rabu (14/2/2018).

Organisasi yang tergabung dalam seruan bersama itu adalah Centre for Orangutan Protection (COP), Animals Indonesia, Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Orangutan Information Centre, Jakarta Animal Aid Network, Yayasan Jejak Pulang, Sumatra Orangutan Conservation Program, dan Orangutan Land Trust.

Ke-8 organisasi ini mengatakan, penyalahgunaan senjata senapan angin sudah semakin brutal dan tidak terkendali. Setidaknya 40 orangutan dan satwa lainnya yang tidak terhitung, sudah menjadi korban di Kalimantan dan Sumatera. 

Mereka menyesalkan tidak efektifnya Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2012, yang mengatur senapan angin hanya diperbolehkan untuk olahraga di tempat tertentu.

(Baca juga : Satu Orangutan Tewas dengan 130 Luka Tembak di TNK Kaltim )

"Kenyataannya sekarang ini peredaran dan penggunaan senapan angin tidak terkontrol. Terbukti dengan banyaknya satwa liar dilindungi yang menjadi korban," tutur Heri Susanto, Anti-wildlife Crime Coordinator COP saat dihubungi Kompas.com, Rabu (14/2/2018).

"Karena lemahnya kontrol, penyalahgunaannya menyebabkan korban terus berjatuhan, termasuk satwa liar langka dan dilindungi di kawasan konservasi," lanjutnya.

BOSF Nyaru Menteng, Palangka Raya, mencatat, sejak 2012 terdapat 15 kasus penanganan orangutan yang jadi korban penembakan senapan angin.

Kasus terbaru, penembakan orangutan terjadi di Taman Nasional Kutai (TNK) Kalimantan Timur, awal Februari ini.

 

(Baca juga : Petugas Hanya Bisa Keluarkan 48 Peluru dari Tubuh Orangutan di Kaltim)

Sementara kasus baru yang paling menghebohkan adalah penemuan orangutan tanpa kepala, yang ternyata juga korban penembakan di Barito Selatan, Kalimantan Tengah, 15 Januari 2018.

Kompas TV Dunia dihenyakan dengan kejadian tragis atas matinya seekor orangutan di sekitar kawasan Taman Nasional Kutai Timur.


Komentar

Terkini Lainnya

Cerita Ustaz Mustain Menangis Terharu Saat Pertama Kali Santrinya Lulus Sekolah Negeri

Cerita Ustaz Mustain Menangis Terharu Saat Pertama Kali Santrinya Lulus Sekolah Negeri

Regional
Betapa Istimewanya Al Quran Mini Ini, Bertinta Emas dan Ditulis Tangan

Betapa Istimewanya Al Quran Mini Ini, Bertinta Emas dan Ditulis Tangan

Regional
Polisi Tembak Residivis Kasus Sabu-sabu di Aceh Utara

Polisi Tembak Residivis Kasus Sabu-sabu di Aceh Utara

Regional
Dibantah, Kabar Cagub Sumut Edy Rahmayadi Alami Stroke

Dibantah, Kabar Cagub Sumut Edy Rahmayadi Alami Stroke

Regional
Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini

Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Pemerintah Diharapkan Perkuat Program Kontra Radikalisme sebagai Gerakan Nasional

Pemerintah Diharapkan Perkuat Program Kontra Radikalisme sebagai Gerakan Nasional

Nasional
UU Antiterorisme Sah, Polri Diharapkan Perkuat Deteksi Dini Ancaman

UU Antiterorisme Sah, Polri Diharapkan Perkuat Deteksi Dini Ancaman

Nasional
Pesan Jokowi untuk Anak Muda yang Aktif di Media Sosial, Jangan Menghujat

Pesan Jokowi untuk Anak Muda yang Aktif di Media Sosial, Jangan Menghujat

Regional
'Semoga Pak Presiden Kembali Lagi ke Sini...'

"Semoga Pak Presiden Kembali Lagi ke Sini..."

Regional
Bayi Panda Kelahiran Kebun Binatang Malaysia Tampil Perdana di Depan Publik

Bayi Panda Kelahiran Kebun Binatang Malaysia Tampil Perdana di Depan Publik

Internasional
Bola Raksasa Berdiameter 3,5 Meter Diarak Jelang Asian Games

Bola Raksasa Berdiameter 3,5 Meter Diarak Jelang Asian Games

Regional
Sepasang Melon Terjual Rp 413 Juta dalam Lelang di Jepang

Sepasang Melon Terjual Rp 413 Juta dalam Lelang di Jepang

Internasional
Gedung Putih Kirim Tim Persiapkan Pertemuan Trump-Kim Jong Un

Gedung Putih Kirim Tim Persiapkan Pertemuan Trump-Kim Jong Un

Internasional
Arsitektur yang Khas dan Instagramable Jadi Daya Tarik Masjid Ramlie Musofa

Arsitektur yang Khas dan Instagramable Jadi Daya Tarik Masjid Ramlie Musofa

Megapolitan
Setelah 20 Jam, Sopir 'Pick-up' yang Tenggelam di Kalimalang Ditemukan

Setelah 20 Jam, Sopir "Pick-up" yang Tenggelam di Kalimalang Ditemukan

Megapolitan

Close Ads X