Jokowi: Islam Indonesia adalah Islam yang Toleran dan Moderat

Kompas.com - 14/02/2018, 16:31 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Ketua Umum PB HMI, Mulyadi Tamsir tiba di Auditorium Universitas Pattimura Ambon untuk membuka Kongres HMI ke-30, Rabu (14/2/2018). DOK HUMAS PEMPROV MALUKUPresiden Joko Widodo didampingi Ketua Umum PB HMI, Mulyadi Tamsir tiba di Auditorium Universitas Pattimura Ambon untuk membuka Kongres HMI ke-30, Rabu (14/2/2018).

AMBON, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo membuka secara resmi Kongres Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) ke-30 di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Maluku, Rabu (14/2/2018).

Pembukaan kongres HMI itu ditandai dengan pemukulan beduk oleh Presiden didampingi sejumlah menteri kabinet, Gubernur Maluku Said Assagaff, Ketua Umum HMI Mulyadi Tamsir, dan sesepuh HMI Akbar Tandjung.

Dalam sambutannya, Presiden mengungkapkan, sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, Indonesia seharusnya mampu berbuat banyak dalam mewujudkan tatanan kehidupan dunia yang damai dan berkeadilan.

“Islam Indonesia adalah Islam yang toleran dan moderat dan yang terbuka untuk kemajuan,” kata Presiden dalam sambutannya.

(Baca juga: Islam Indonesia dan Narasi Anti-semitisme )

Presiden menjelaskan, sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia memiliki Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa. Indonesia juga telah membuktikan bahwa Nusantara hingga kini masih tetap kokoh bersatu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita punya Pancasila sebagai ideologi pemersatu, rumah kita bersama. Kita juga sudah membuktikan bahwa Nusantara kita kokoh bersatu bukti bahwa Bhinneka Tunggal Ika sangat tangguh, bukti bahwa negara kita sangat terbuka untuk berdemokrasi,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi ikut memuji HMI yang terus mencetak jutaan generasi bangsa yang terus berjuang untuk menegakkan keadilan.

“Jangan lupa kita juga punya insan-insan yang hebat, insan akademis, insan pencipta, insan pengabdi insan yang bernapaskan Islam, insan yang memperjuangkan keadilan, jutaan kader HMI yang berkualitas,” ungkapnya.

(Baca juga: Kapolri: Tak Ada Sedikit Pun Niat Saya Kesampingkan Ormas Islam Selain NU dan Muhammadiyah )

Menurut Presiden, tema kongres HMI "Mengukuhkan Kebangsaan dan Mewujudkan Indonesia yang berkeadilan" sama persis dengan apa yang dilakukan pemerintah saat ini, yaitu mewujudkan keadilan bagi masyarakat melalui pemerataan pembangunan di segala bidang.

“Namun, jangan lupa upaya untuk mengukuhkan kebangsaan dan mewujudkan Indonesia yang berkeadilan pasti tidak berada di ruang yang hampa. Kita berada di era globalisasi yang penuh kompetisi, penuh persaingan. Kita tidak bisa membendung inovasi dan teknologi yang terus berkembang. Kita berada di dunia yang bergerak sangat cepat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB HMI Mulyadi Tamsir mewakili keluarga besar HMI menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Presiden Jokowi dalam pembukaan acara tersebut.

“Kongres HMI dan Dies Natalis ke-71 yang dihadiri Presiden Joko Widodo saat ini terasa seperti kado istimewa karena ditetapkannya pendiri HMI Lafran Pane sebagai pahlawan nasional,” ujarnya.

Usai membuka Kongres HMI, Presiden bersama rombongan bertolak menuju Kabupaten Seram Bagian Barat untuk melanjutkan kunjungan kerjanya di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sungai Meluap, 42 Desa dan 149 Hektar Sawah Terendam Banjir di Aceh Singkil

Sungai Meluap, 42 Desa dan 149 Hektar Sawah Terendam Banjir di Aceh Singkil

Regional
Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Tenda Didirikan untuk IGD di RSUD Cilacap

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Tenda Didirikan untuk IGD di RSUD Cilacap

Regional
Penanganan Covid-19, DIY akan Tambah Nakes dan Tempat Tidur

Penanganan Covid-19, DIY akan Tambah Nakes dan Tempat Tidur

Regional
Berkat Belatung, Peternak Ayam Ini Tetap Bertahan meski Dihajar Pandemi

Berkat Belatung, Peternak Ayam Ini Tetap Bertahan meski Dihajar Pandemi

Regional
Jelang Coblosan Pilkada, Kabupaten Tasikmalaya Naik Status Zona Merah

Jelang Coblosan Pilkada, Kabupaten Tasikmalaya Naik Status Zona Merah

Regional
Pemkot Pontianak Pastikan Gelar Belajar Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan Ketat

Pemkot Pontianak Pastikan Gelar Belajar Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
Rumah Rusak karena Puting Beliung, 25 KK di Kabupaten Dompu Masih Mengungsi

Rumah Rusak karena Puting Beliung, 25 KK di Kabupaten Dompu Masih Mengungsi

Regional
Pasca-acara Rizieq Shihab di Bogor, Dinkes Sebut 20 Orang Reaktif Bukan Positif Covid-19

Pasca-acara Rizieq Shihab di Bogor, Dinkes Sebut 20 Orang Reaktif Bukan Positif Covid-19

Regional
Sehari Beroperasi, Rusunawa di Tegal Sudah Isolasi 3 Pasien Covid-19

Sehari Beroperasi, Rusunawa di Tegal Sudah Isolasi 3 Pasien Covid-19

Regional
5 Kasus Pencurian Kotak Amal, Satu Keluarga hingga Sekdes Jadi Pelaku Pembobolan

5 Kasus Pencurian Kotak Amal, Satu Keluarga hingga Sekdes Jadi Pelaku Pembobolan

Regional
Pelaku Pembunuhan yang Ditangkap di Makassar Terlibat Kasus Penipuan

Pelaku Pembunuhan yang Ditangkap di Makassar Terlibat Kasus Penipuan

Regional
Jejak dan Bekas Cakaran Macan Tutul di Gunung Merapi Tak Lagi Terlihat sejak 2012

Jejak dan Bekas Cakaran Macan Tutul di Gunung Merapi Tak Lagi Terlihat sejak 2012

Regional
Suami Paksa Istri dan Anaknya 26 Kali Mencuri Kotak Amal di Masjid

Suami Paksa Istri dan Anaknya 26 Kali Mencuri Kotak Amal di Masjid

Regional
Gulma Tutup Sungai Mahakam di 3 Desa, Ini Penjelasan DLH Kukar

Gulma Tutup Sungai Mahakam di 3 Desa, Ini Penjelasan DLH Kukar

Regional
Emosi karena Ditagih Utang, Seorang Pemuda Aniaya Lansia hingga Tewas

Emosi karena Ditagih Utang, Seorang Pemuda Aniaya Lansia hingga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X