Penunjukan Plt Bupati Subang Tunggu Status Imas Aryumningsih - Kompas.com

Penunjukan Plt Bupati Subang Tunggu Status Imas Aryumningsih

Kompas.com - 14/02/2018, 14:45 WIB
Imas Aryumningsih seusai dilantik sebagai Bupati Subang sisa masa jabatan 2013-2018 oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (8/6). TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN Imas Aryumningsih seusai dilantik sebagai Bupati Subang sisa masa jabatan 2013-2018 oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (8/6).

BOYOLALI, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo akan menunjuk Plt Bupati Subang demi berjalannya roda pemerintah. Kebijakan itu akan diambil jika Bupati Subang, Imas Aryumningsih ditetapkan sebagai tersangka. 

Bupati Subang Imas Aryumningsih ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya baru mendapat informasi dan langsung staf kami mengecek ke KPK. Kami menunggu pengumuman resmi KPK yang berkaitan OTT maupun dengan status. Baru secara resmi kami akan mengambil langkah untuk menunjuk Plt-nya. Seandainya dia (Imas Aryumningsih) ditahan," ujar Tjahjo Kumolo di Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (14/2/2018).

Namun jika Bupati Subang tidak ditahan, pihaknya menghargai proses hukum tetap. Artinya, Bupati Subang masih bisa memimpin roda pemerintahan di Subang.

"Seperti Gubernur Jambi Zumi Zola, dia kan tersangka. Kita harus mengedepankan asas praduga tak bersalah menunggu proses pengadilan," kata dia.

(Baca juga : Kekayaan Bupati Subang Imas Aryumningsih Mencapai Rp 50 Miliar )

Sebagai Mendagri, ia mengaku sedih dan prihatin atas banyaknya kasus korupsi yang menyeret kepala daerah sebagai tersangka.

Padahal selama ini dirinya selalu mengingatkan para kepala daerah untuk memahami area rawan korupsi. Sehingga tidak terjebak perilaku korup dan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

"Saya sebagai Mendagri, teman kepala daerah, iya kami sedih dan prihatin. Kenapa masih terus dan tidak belajar dari yang sudah kita saksikan. Kan media hampir setiap detik menyuarakan, online, TV, lha kok iya enggak hati-hati," ungkapnya.

Tjahjo menyebutkan area rawan korupsi meliputi jual beli jabatan, belanja barang dan jasa, penyusunan anggaran, bansos, serta hibah.

"Undang-undang sudah ada. KPK ketatnya kayak begitu. Kalau orang mengatakan apes iya enggak apes. Sebagai pejabat daerah masak enggak tahu area rawan korupsi," tuturnya.

"Ada calon gubernur yang juga masih mencari uang di era-era yang mau pendaftaran sekarang sudah tahap konsolidasi partai, persiapan Pilkada Serentak masih ada kepala daerah yang tertangkap," tambahnya.

(Baca juga : OTT di Subang, KPK Tangkap 8 Orang Termasuk Bupati Imas Aryumningsih )

Berita sebelumnya, KPK menyatakan, dalam OTT di Subang, diamankan 8 orang, di antaranya Bupati Imas. Dalam OTT kali ini, KPK disebut menyita uang ratusan juta rupiah yang diduga bukti transaksi suap terkait pemberian izin oleh kepala daerah. 

Kompas TV Pasca-penangkapan Bupati Subang kegiatan di Kantor Bupati Subang masih normal.


Komentar

Terkini Lainnya

20 Jam Mencari Maman, Sopir yang Tenggelam Bersama Mobil Pikap di Kalimalang

20 Jam Mencari Maman, Sopir yang Tenggelam Bersama Mobil Pikap di Kalimalang

Megapolitan
Cerita Ustaz Mustain Menangis Terharu Saat Pertama Kali Santrinya Lulus Sekolah Negeri

Cerita Ustaz Mustain Menangis Terharu Saat Pertama Kali Santrinya Lulus Sekolah Negeri

Regional
Betapa Istimewanya Al Quran Mini Ini, Bertinta Emas dan Ditulis Tangan

Betapa Istimewanya Al Quran Mini Ini, Bertinta Emas dan Ditulis Tangan

Regional
Polisi Tembak Residivis Kasus Sabu-sabu di Aceh Utara

Polisi Tembak Residivis Kasus Sabu-sabu di Aceh Utara

Regional
Dibantah, Kabar Cagub Sumut Edy Rahmayadi Alami Stroke

Dibantah, Kabar Cagub Sumut Edy Rahmayadi Alami Stroke

Regional
Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini

Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Pemerintah Diharapkan Perkuat Program Kontra Radikalisme sebagai Gerakan Nasional

Pemerintah Diharapkan Perkuat Program Kontra Radikalisme sebagai Gerakan Nasional

Nasional
UU Antiterorisme Sah, Polri Diharapkan Perkuat Deteksi Dini Ancaman

UU Antiterorisme Sah, Polri Diharapkan Perkuat Deteksi Dini Ancaman

Nasional
Pesan Jokowi untuk Anak Muda yang Aktif di Media Sosial, Jangan Menghujat

Pesan Jokowi untuk Anak Muda yang Aktif di Media Sosial, Jangan Menghujat

Regional
'Semoga Pak Presiden Kembali Lagi ke Sini...'

"Semoga Pak Presiden Kembali Lagi ke Sini..."

Regional
Bayi Panda Kelahiran Kebun Binatang Malaysia Tampil Perdana di Depan Publik

Bayi Panda Kelahiran Kebun Binatang Malaysia Tampil Perdana di Depan Publik

Internasional
Bola Raksasa Berdiameter 3,5 Meter Diarak Jelang Asian Games

Bola Raksasa Berdiameter 3,5 Meter Diarak Jelang Asian Games

Regional
Sepasang Melon Terjual Rp 413 Juta dalam Lelang di Jepang

Sepasang Melon Terjual Rp 413 Juta dalam Lelang di Jepang

Internasional
Gedung Putih Kirim Tim Persiapkan Pertemuan Trump-Kim Jong Un

Gedung Putih Kirim Tim Persiapkan Pertemuan Trump-Kim Jong Un

Internasional
Arsitektur yang Khas dan Instagramable Jadi Daya Tarik Masjid Ramlie Musofa

Arsitektur yang Khas dan Instagramable Jadi Daya Tarik Masjid Ramlie Musofa

Megapolitan

Close Ads X