Polisi: Setelah Melempar Bom Molotov, Rizal Melarikan Diri

Kompas.com - 14/02/2018, 13:22 WIB
Bagian belakang rumah Rizal yang digeledah Densus 88 di Dusun Rejosari, Desa Benculuk, Senin (12/2/2018). KOMPAS.COM/Ira RachmawatiBagian belakang rumah Rizal yang digeledah Densus 88 di Dusun Rejosari, Desa Benculuk, Senin (12/2/2018).

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Suliono, pelaku penyerangan di Gereja Santa Lidwina dan Rizal Muzaki, terduga teroris yang ditangkap di Poso, sama-sama berasal dari Banyuwangi.

Orangtua Suliono tinggal di Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Sedangkan Rizal Muzaki, warga Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi.

Meski keduanya berasal dari Banyuwangi, kasus keduanya tidak berkaitan. Mereka juga ditangkap ketika keduanya beraktivitas di luar Banyuwangi. 

"Walaupun sama-sama asal Banyuwangi keduanya tidak saling berhubungan. Jadi kasusnya beda, tidak saling berkaitan," ujar Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman saat dihubungi Kompas.com, Selasa (13/2/2018)

(Baca juga : Ibunya Meninggal, Terduga Teroris di Banyuwangi Hidup Menyendiri )

Donny juga membantah isu yang berkembang jika Rizal Muzaki pernah mengibarkan bendahara ISIS di Banyuwangi. Menurutnya, Rizal merupakan pelaku pelemparan bom molotov di Kantor Samsat Benculuk dan Kantor Polsek Cluring pada akhir 2016.

"Kalau mengibarkan bendera ISIS di Banyuwangi itu hanya isu. Nggak benar. Setelah aksi melempar bom molotov dia melarikan diri ke Poso," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah Rizal Muzaki, terduga teroris yang tertangkap di Poso pada Minggu (11/2/2018). Penggeladahan dilakukan pada Senin (12/2/2018).

Dari penggeledehan itu, polisi mengamankan beberapa barang. Antara lain helm warna merah, papan sablon yang diindikasikan terdapat lambang ISIS, gelas kaca, air accu, alat sablon, beberapa cairan yang dikemas dalam botol.

(Baca juga : Densus 88 Amankan Barang Bersumbu dari Rumah Warga di Banyuwangi)

Kemudian lampu, cat hitam, beberapa kabel listrik, penggaris besi, serta beberapa SIM card yang tidak digunakan termasuk potongan besi kotak yang di ujungnya terdapat sumbu ukuran 20 sentimeter mirip dengan mercon atau peledak, serta handphone yang sudah dimodifikasi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X