Kompas.com - 14/02/2018, 12:57 WIB
Adelina Lisao tidur di beranda rumah di Taman Kota Permai, Penang, Malaysia, ketika ditemukan Sabtu (10/2/2018). TKI asal Nusa Tenggara Timur itu ditemukan dengan berbagai luka di wajah dan kepala. Perempuan 21 tahun itu meninggal dunia sehari berselang (11/2/2018). Steven Sim/The Malay OnlineAdelina Lisao tidur di beranda rumah di Taman Kota Permai, Penang, Malaysia, ketika ditemukan Sabtu (10/2/2018). TKI asal Nusa Tenggara Timur itu ditemukan dengan berbagai luka di wajah dan kepala. Perempuan 21 tahun itu meninggal dunia sehari berselang (11/2/2018).

KUPANG, KOMPAS.com - Adelina Lisao, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tidur bersama anjing dan meninggal di Malaysia diketahui adalah TKI ilegal.

"Iya namanya tidak tercatat di Balai Pelayanan Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang sebagai TKI sah. Dia TKI ilegal," kata Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Kupang, Siwa kepada Kompas.com, Selasa (13/2/2018).

Menurut Siwa, Adelina berasal dari Desa Abi, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

"Saat ini kami sedang berupaya untuk menghubungi pihak keluarga untuk ambil berkas yang diperlukan, karena TKI tersebut tidak tercatat di BP3TKI Kupang," jelasnya.

Menurut Siwa, pihaknya dikontak oleh KJRI Penang dan Kementerian Luar Negeri untuk meminta bantuan penelusuran keluarga ahli waris dengan alamat Desa Tanah Merah, Kabupaten Kupang.

Baca juga : Ada Luka Diduga Gigitan Binatang di Tubuh Jenazah TKI Adelina Lisao

Namun, lanjut Siwa, petugas dari BP3TKI tidak bertemu di tempat tersebut, sehingga pihaknya kemudian melakukan penelusuran berdasarkan tempat lahir dan meminta bantuan kepada salah seorang pendeta.

"Kita minta bantuan Pak Pendeta Isak La'a dan akhirnya kita temukan keluarganya, ternyata berada di Desa Abi, Kecamatan Oenino, Kabupaten TTS," imbuhnya.

Pihaknya, lanjut Siwa, kemudian mengontak ibu kandung Adelina untuk bertemu.

"Kami sudah bertemu dan mengambil berkas yang diperlukan. Kami sudah sampaikan kepada pihak KJRI Penang dan Direktorat PWNI dan BHI Dirjen Protokol dan Konsuler Kemenlu," jelasnya.

Baca juga : TKI yang Tidur Bersama Anjing di Malaysia Berasal dari NTT

Sebelumnya diberitakan, tenaga kerja asal Indonesia yang bekerja di Malaysia, Adelina (21), tidur bersama anjing selama sebulan. Perempuan ini tampak takut merespons saat hendak dievakuasi tim penyelamat.

Di tubuh Adelina terdapat nanah pada bekas luka bakar. Dia meninggal setelah dirawat di rumah di Malaysia. Polisi setempat sedang menyelidiki dugaan pembunuhan terhadap Adelina.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X