Menteri Susi Janji Bantu Restrukturisasi Utang Nelayan, Asal...

Kompas.com - 13/02/2018, 17:38 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berada di rumah dinasnya di kawasan Widya Chandra V, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017). Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berada di rumah dinasnya di kawasan Widya Chandra V, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017).

REMBANG, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berkomitmen membantu restrukturisasi utang para nelayan cantrang dengan sejumlah syarat.

Susi akan membantu jika mereka bersedia meninggalkan cantrang dan mengubah alat tangkap yang lebih ramah lingkungan.

"Mereka harus niat beralih alat tangkap, kalau tidak kita tidak mau bantu," tegas Susi, seusai berdialog dengan nelayan dan pemilik kapal di Rembang, Jawa Tengah, Selasa (13/2/2018).

Susi menjelaskan, KKP berkomitmen membantu proses penggantian alat tangkap dari kapal-kapal nelayan ukuran di atas 30 GT. Pemilik kapal yang mempunyai tanggungan utang di bank akan difasilitasi untuk melakukan restrukturisasi pembayaran utang.

(Baca juga : Menteri Susi Sebut Pemilik Kapal di Rembang Setuju Ganti Alat Tangkap )

Ia menjamin, semua bank plat merah sepakat mengucurkan kredit kepada nelayan, dengan komitmen tidak lagi menggunakan cantrang.

"Kalau ada kredit macet bisa 1-2 tahun restrukturisasi. Tidak bayar pokok, tapi bayar bunga. Nanti setelah 2 tahun tetap bayar (pokoknya). Selama jaminan nilai masih ada boleh mengajukan pinjaman lagi. Kalau jaminan habis pakai jaminan lain," tambahnya.

Selain soal restrukturisasi utang, Susi juga mendorong agar pemilik kapal mengasuransikan kapal mereka beserta ABK yang bekerja. Jika terjadi musibah di tengah laut, mereka tidak lagi khawatir soal utangnya.

"Kita janji bantu, misalnya nelayan hanya bisa gak diagunkan? Bisa. Jasindo masuk, kapal dan ABK. Kalau kecelakaan ada asuransi, bank tidak hilang, pemilik kapal tidak kehilangan kapalnya. Kita nanti dampingi," tambah menteri asal Pangandaran ini.

"Kapal nilai Rp 1 miliar bisa utang Rp 700 juta. Bank aman, pemilik kapal aman. Semua sudah ada asuransi," tandasnya lagi.

(Baca juga : Menteri Susi: Hampir Semua Kapal Cantrang Berukuran Besar )

Susi sebelumnya menjelaskan para pemilik kapal di atas 30 GT di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah sepakat untuk mengganti alat tangkap yang lebih ramah lingkungan.

"Kita sudah lakukan 3 hari verifikasi dan validasi kapal-kapal cantrang, para pemilik kapal datang dan mereka mengerti bahwa alat (cantrang) itu tidak terus dipakai," ujar Susi. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X