Perkara Rumah, Anak Gugat Orangtua dan Seluruh Saudaranya

Kompas.com - 13/02/2018, 16:55 WIB
Anak dari Ahmad Jakoen Tjokrohadi yang digugat anaknya, Ani Hadi Setyowati saat menunjukkan keputusan Mahkamah Agung (MA), Selasa (13/2/2018), di Pengadilan Negeri Kota Malang. KOMPAS.com/Andi HartikAnak dari Ahmad Jakoen Tjokrohadi yang digugat anaknya, Ani Hadi Setyowati saat menunjukkan keputusan Mahkamah Agung (MA), Selasa (13/2/2018), di Pengadilan Negeri Kota Malang.

MALANG, KOMPAS.com - Ani Hadi Setyowati menggugat orangtuanya, Ahmad Jakoen Tjokrohadi (95) dan seluruh saudaranya ke Pengadilan Negeri Kota Malang.

Gugatan itu terkait hak kepemilikan rumah di Jalan Diponegoro nomor 2 Kota Malang yang saat ini sedang ditempati orangtuanya.

Melalui kuasa hukumnya, Ani menuntut kepemilikan rumah yang berdiri di atas lahan seluas 998 meter persegi itu. Tuntutan itu berdasarkan pada transaksi jual beli antara anak dan orangtua yang terjadi selama kurun waktu 1997-2000.

"Perbuatan melawan hukum, artinya ditawarkan pada tahun 1997, ada jual beli, tapi yang didapatkan akta hibah. Seharusnya sesuatu hal yang sudah dibeli merupakan hak dari pembeli," kata Aswanto, kuasa hukum Ani di Pengadilan Negeri Malang, Selasa (13/2/2018).

(Baca juga : Hakim dan Pengacara Berharap Kasus Anak Gugat Orangtua di Garut Berakhir Damai )

Aswanto menjelaskan, rumah tersebut mulai ditawarkan pada Ani oleh orangtuanya sejak 1997 dengan harga Rp 400 juta. Namun di kemudian hari, harga berubah menjadi Rp 700 juta. Pada 2000, Aswanto menyebut kliennya sudah melunasi semua nilai traksaksi tersebut.

"Sudah lunas. Lengkap dengan bukti transfer," katanya.

Meski demikian, Aswanto menyebut kliennya tidak mendapatkan akte jual beli. Ia mengaku kliennya hanya mendapatkan akte hibah.

"Klien kita dirugikan kalau akta hibah, mestinya jual beli," ungkapnya.

Sementara itu, adik penggugat, Setyo Budi Hartono mengatakan, tidak ada transaksi jual beli. Yang ada hanya akta hibah atas nama Ani terhadap rumah tersebut. Namun, hibah itu dianulir karena tidak sesuai dengan keinginan orangtuanya.

(Baca juga : Kasus Anak Gugat Ibunya Rp 1,8 Miliar, Amih Maafkan Yani dan Handoyo)

Perkara akta hibah antara anak dan orangtua itu sudah berkali-kali masuk ke pengadilan. Namun, Keputusan Mahkamah Agung (MA) selalu memenangkan pihak orangtua.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X