KPU Tetapkan 4 Pasangan Jadi Peserta Pilkada Bogor, Bima Arya Resmi Ambil Cuti

Kompas.com - 13/02/2018, 08:55 WIB
Bakal calon wali kota Bogor dan bakal calon wakil wali kota Bogor, Bima Arya dan Dedie A Rachmi mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (19/1/2018).Kompas.com/Robertus Belarminus Bakal calon wali kota Bogor dan bakal calon wakil wali kota Bogor, Bima Arya dan Dedie A Rachmi mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (19/1/2018).

BOGOR, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor menetapkan empat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bogor 2018. Mereka dinyatakan lolos dan siap beradu visi dan misi dalam kontestasi Pilkada Kota Bogor bulan Juni mendatang.

Komisioner KPU Kota Bogor, Edi Kholki Zaelani mengatakan, empat pasangan calon itu adalah Dadang Iskandar Danubrata-Sugeng Teguh Santoso, Achmat Ruhyat-Zainul Mutaqien, Bima Arya Sugiarto-Dedie A Rachim, dan Edgar Suratman-Sefwelly Ginanjar.

"KPU menetapkan ada empat pasangan calon yang menjadi peserta Pilkada Kota Bogor," kata Edi, Senin (12/2/2018).

Edi menambahkan, jumlah calon yang ditetapkan itu memang tidak berubah. Ia menyebut, mereka adalah pasangan yang mendaftar dan mengikuti proses sebelumnya.


Dirinya menuturkan, sesuai undang-undang, pemberian gelar yang disandang tiap calon juga harus dicantumkan.

"Dalam aturan kan memang nama calon itu harus sesuai KTP elektronik, tapi kemudian di dalam peraturan itu juga disebut bahwa gelar baik itu gelar pendidikan, keagamaan, maupun adat boleh ditambahkan," sebutnya.

Baca juga : Menebak Inisial D, Pendamping Bima Arya dalam Pilkada Kota Bogor

Sambung dia, setelah penetapan pasangan calon, agenda selanjutnya adalah pengundian dan penetapan nomor urut calon yang akan dilaksanakan Selasa (13/2/2018) dan dilanjutkan dengan masa kampanye yang akan dimulai pada Kamis (15/2/2018).

"Sementara untuk Pak Bima Arya yang masih menjabat sebagai Wali Kota, kita harapkan bisa menerima surat cuti selambat-lambatnya tanggal 15 Februari," tutur dia.

Sementara itu, usai ditetapkan oleh KPU, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto resmi mengambil cuti dalam jabatannya sebagai orang nomor satu di Kota Bogor itu.

Masa cuti Bima sendiri berlaku sejak Selasa (13/2/2018) pukul 00.00 WIB. Selanjutnya, Bima beserta keluarga meninggalkan rumah dinas wali kota dan akan menempati kediaman pribadinya di Komplek Barananang Siang Indah, Katulampa, Bogor.

"Saya pamitan kepada semua, minta maaf, berterima kasih atas dukungannya dan nitip Kota Bogor selama 4 bulan ke depan," ucap Bima.

Baca juga : Pimpinan KPK Restui Direkturnya Jadi Pasangan Bima Arya di Pilkada Kota Bogor

Saat meninggalkan rumah dinas, Bima dan keluarga tampak membawa sejumlah perlengkapan pribadi dan beberapa buku. Sementara, barang-barang yang dibeli dengan uang negara ditinggalkan di rumah peninggalan Belanda itu.

Ia juga menyerahkan kunci rumah, mobil dinasnya, beserta daftar barang milik negara kepada Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarif Hidayat.

"Kesan-kesan tinggal di rumah dinas, ngantornya berasa tujuh hari seminggu dan 24 jam sehari. Kalau kata orang serem dan sebagainya karena rumah peninggalan Belanda, saya tidak pernah merasakan seperti itu. Nyaman-nyaman saja dan biasa-biasa saja," ungkapnya.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Harga Tiket Mahal, Bandara Depati Amir Kehilangan 1.000 Penumpang Setiap Hari

Harga Tiket Mahal, Bandara Depati Amir Kehilangan 1.000 Penumpang Setiap Hari

Regional
Hati-hati, 3 Jalur di Magelang Ini Rawan Kecelakaan dan Bencana

Hati-hati, 3 Jalur di Magelang Ini Rawan Kecelakaan dan Bencana

Regional
Bripka Herman, Polisi Viral dalam Video Viral Pencegahan Akasi 22 Mei Akhirnya Bertemu Gubernur Ganjar

Bripka Herman, Polisi Viral dalam Video Viral Pencegahan Akasi 22 Mei Akhirnya Bertemu Gubernur Ganjar

Regional
Dishub Temukan Kendaraan Angkutan Lebaran Tidak Laik Jalan

Dishub Temukan Kendaraan Angkutan Lebaran Tidak Laik Jalan

Regional
Buaya Sepanjang Dua Meter Hantui Nelayan di Cilacap dan Nusakambangan

Buaya Sepanjang Dua Meter Hantui Nelayan di Cilacap dan Nusakambangan

Regional
Hoaks, Danramil Sungai Kakap Tertembak dalam Pengamanan Ricuh di Pontianak

Hoaks, Danramil Sungai Kakap Tertembak dalam Pengamanan Ricuh di Pontianak

Regional
Kisah Pengamen Lampu Merah dengan Penghasilan Fantastis, Mulai dari Beli Motor Tunai dan Bangun Rumah 2 Lantai

Kisah Pengamen Lampu Merah dengan Penghasilan Fantastis, Mulai dari Beli Motor Tunai dan Bangun Rumah 2 Lantai

Regional
Sebelum Disekap, Istri Ketua KPU Cianjur Diseret 2 Pria Berpenutup Wajah

Sebelum Disekap, Istri Ketua KPU Cianjur Diseret 2 Pria Berpenutup Wajah

Regional
Cerita di Balik Kerusuhan Lapas Langkat, Napi yang Kelaparan hingga Arogansi Petugas

Cerita di Balik Kerusuhan Lapas Langkat, Napi yang Kelaparan hingga Arogansi Petugas

Regional
Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Pakai Bus di Bandung Diprediksi Meningkat

Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Pakai Bus di Bandung Diprediksi Meningkat

Regional
Hutan Rusak Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang di Kabupaten Lebak

Hutan Rusak Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang di Kabupaten Lebak

Regional
Lebaran 2019, Konsumsi BBM di Jatim Diprediksi Naik 12 Persen

Lebaran 2019, Konsumsi BBM di Jatim Diprediksi Naik 12 Persen

Regional
Selundupkan Ribuan Benih Lobster, Pemilik Melarikan Diri dengan Lompat ke Air

Selundupkan Ribuan Benih Lobster, Pemilik Melarikan Diri dengan Lompat ke Air

Regional
Perketat Keamanan, Kampus di Bandung Ini Dilengkapi 'Command Center' dan 'Panic Button'

Perketat Keamanan, Kampus di Bandung Ini Dilengkapi "Command Center" dan "Panic Button"

Regional
Mahasiswa UGM Jadi Joki Tes Masuk di Surabaya, Ini Tanggapan Rektor

Mahasiswa UGM Jadi Joki Tes Masuk di Surabaya, Ini Tanggapan Rektor

Regional

Close Ads X