Suliono Pernah Diingatkan karena Kumpulkan Santri Ponpes Ibnu Sina

Kompas.com - 12/02/2018, 19:28 WIB
Ketua PCNU Banyuwangi Kiai Maskur Ali,  pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Sina Banyuwangi. KOMPAS.com/Ira RachmawatiKetua PCNU Banyuwangi Kiai Maskur Ali, pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Sina Banyuwangi.


BANYUWANGI, KOMPAS.com — Ketua PCNU Kabupaten Banyuwangi Kiai Maskur Ali membenarkan bahwa Suliono, pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina, pernah mondok di Pondok Pesantren Ibnu Sina setelah lulus dari SMPN 1 Pesanggaran tahun 2010.

Namun, Suliono hanya bertahan enam bulan di pondok pesantren (ponpes) milik Kiai Maskur Ali itu. 

"Saya masih ingat sama Suliono. Dia anak yang sangat pintar, tapi dia kalau diajak ngomong enggak fokus. Matanya ke mana-mana pandangannya," kata Kiai Maskur Ali kepada Kompas.com yang berkunjung ke Ponpes Ibnu Sina, Senin (12/2/2018).

Dia mengatakan pernah menjabat kepala sekolah di Kandangan dan sempat meminta jika ada siswa yang ingin melanjutkan sekolah bisa datang ke ponpesnya.

"Salah satunya ya Suliono itu, tapi orangtuanya enggak pernah datang ke sini. Tapi hanya satu semester terus minta pindah ikut kakaknya di Sulawesi," ujarnya.

Baca juga: Diminta Pulang untuk Nikah, Suliono Bilang Akan Nikah dengan Bidadari

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepindahan Suliono sempat dilarang oleh Kiai Maskur Ali karena selain Suliono anak yang pintar, dia juga menilai masih banyak ilmu yang harus dipelajari Suliono di Ponpes Ibnu Sina.

"Tapi, saya enggak bisa menghalangi. Dia juga pindah ikut kakaknya, tapi saya masih ingat dia kategori anak pintar dan cerdas," ujarnya.

Beberapa tahun kemudian, Suliono singgah ke Ponpes Ibnu Sina, dan terakhir pada tahun 2017. Saat itu, Suliono tanpa sepengetahuan pengurus ponpes mengumpulkan santri putra dan memberikan wejangan kepada mereka di ruang depan pesantren.

"Saat itu istri saya tahu dan sambil bawa pentungan manggil Suliono dan mengingatkan untuk tidak mengajarkan paham aneh-aneh kepada santri. Dia disuruh pergi oleh istri saya. Saat itu penampilannya sudah beda, pakai jubah," ucap Kiai Maskur Ali.

Baca juga: Kapolri: Penyerang Gereja Santa Lidwina Terindikasi Kena Paham Radikal

Pondok Pesantren Ibnu Sina di Kecamatan Genteng, tempat Suliono memondok selama enam bulan sebelum pindah ke Sulawesi.KOMPAS.com/Ira Rachmawati Pondok Pesantren Ibnu Sina di Kecamatan Genteng, tempat Suliono memondok selama enam bulan sebelum pindah ke Sulawesi.

Saat disuruh pergi oleh istrinya, Suliono sempat mengaku masih warga NU dan sering ikut tahlil. "Tapi, saya enggak percaya karena omongannya sudah ke mana-mana," tuturnya.

Kiai Maskur Ali mengatakan, wajar bila Suliono datang ke Ponpes Ibnu Sina karena Solikhin, adik kandungnya, masih mondok di Ibnu Sina sejak masih duduk di bangku SMA.

"Adiknya sudah lulus SMA dan sekarang saya kuliahkan. Baru semester awal. Adiknya kalau pulang ke Kandangan sering diminta untuk ceramah agama kalau ada pengajian," katanya.

Saat ada informasi bahwa Suliono sebagai pelaku penyerangan, Kiai Maskur Ali meminta kepada Solikhin untuk pulang mendampingi kedua orangtuanya.

"Yang penting masyarakat tidak reaksioner dan saya meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini sampai selesai karena apa yang dilakukan Suliono mencederai kerukunan yang selama ini sudah dijaga," ujarnya.

Baca juga: Penyerang Gereja Santa Lidwina Sudah 4-5 Hari di Yogyakarta

Kompas TV Menurut Kapolri, Suliono diduga terkena paham radikal yang mengarah pada tindakan kekerasan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X