JR Saragih: Tuhan Masih Ada...

Kompas.com - 12/02/2018, 18:14 WIB
JR Saragih dinyatakan tak memenuhi syarat untuk maju menjadi calon gubernur Sumatera Utara, Senin (12/2/2018) KOMPAS.com / Mei LeandhaJR Saragih dinyatakan tak memenuhi syarat untuk maju menjadi calon gubernur Sumatera Utara, Senin (12/2/2018)

MEDAN, KOMPAS.com - Rapat pleno terbuka pengumuman penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara 2018 memutuskan bahwa hanya dua pasangan calon yang lulus ke tahap berikutnya, yaitu Edi Ramahyadi-Musa Rajeksah dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.

Sementara itu, pasangan Jopinus Ramli (JR) Saragih- Ance Selian dinilai tidak memenuhi syarat verifikasi sehingga gagal untuk maju, Senin (12/2/2017).

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumut memutuskan ijazah SMA JR Saragih tidak legal dan tidak terdaftar, sesuai keterangan dari Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nomor 1454/1.851.623 tanggal 22 Januari 2018 yang menyatakan tidak pernah melegalisir ijazah JR Saragih.

(Baca juga: Tak Lolos Jadi Cagub Sumut, JR Saragih Pun Menangis...)

Tak bisa menutupi kesedihannya, mata JR Saragih terlihat berkaca-kaca saat meninggalkan lokasi rapat di Hotel Grand Mercure, Medan. Menjawab pertanyaan wartawan, JR Saragih mengaku akan menempuh jalur hukum.

"Saya akan menggugat, kita lihat, Tuhan masih ada. KPU-nya sama, kenapa saya bisa jadi bupati? KPU tidak pernah memberitahukan kekurangan berkas saya. Tanggal 20 Januari, surat dari Dinas Pendidikan Jakarta baru rampung," kata Saragih.

"Ada dua juta lebih masyarakat yang mencintai JR dan Ance, kepada semua pecinta JR-Ance saya minta kita tetap melakukan yang terbaik. Tidak ada yang boleh ribut," sambungnya.

(Baca juga: Cerita Suami Istri Muslim Ikut Bersih-bersih Gereja Santa Lidwina Bedog)

Dia mengatakan, dirinya merupakan tamatan SMA Ikhlas Prasasti di Jalan Raya Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat. JR melampirkan ijazah SMA-nya yang telah dilegalisasi saat maju menjadi bupati Simalungun, Sumatera Utara. Namun sekolah tersebut tutup sejak 1990 lalu.

Rapat pleno ini mendapat mendapat pengawalan ketat petugas pengamanan. Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, pihaknya siap menghadapi Pilkada serentak 2018.

Ada 1.167 personel yang bertugas mengamankan semua tahapan, juga telah mengantisipasi seluruh kegiatan baik jalur lalu lintas dan tempat yang dianggap rawan terjadi konflik terkait Pilkada Sumut.

"Situasi kamtibmas sampai saat ini masih aman dan terkendalikan. Walapun ada paslon yang tidak memenuhi syarat, Polda Sumut tetap mengawal seluruh kegiatan agar tetap kondusif, aman dan damai," kata Paulus.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Pasien Corona: Kenapa Kamu Larang Saya Keluar, Nanti Saya Bakar Sekalian Rumah Ini

Keluarga Pasien Corona: Kenapa Kamu Larang Saya Keluar, Nanti Saya Bakar Sekalian Rumah Ini

Regional
Dua Warga Pemalang Positif Corona, Punya Riwayat Pernah ke Semarang dan DIY

Dua Warga Pemalang Positif Corona, Punya Riwayat Pernah ke Semarang dan DIY

Regional
Menyoal Kedatangan 316 WNI dari Italia, Dinyatakan Sehat Setelah Karantina di Kapal dan Rapid Tes di Bali

Menyoal Kedatangan 316 WNI dari Italia, Dinyatakan Sehat Setelah Karantina di Kapal dan Rapid Tes di Bali

Regional
5 Fakta Siswi SMK Diperkosa 7 Temannya, Terbongkar dari Ancaman Pelaku di Ponsel, Korban Alami Trauma

5 Fakta Siswi SMK Diperkosa 7 Temannya, Terbongkar dari Ancaman Pelaku di Ponsel, Korban Alami Trauma

Regional
Oknum PNS Ditangkap Polisi Gara-gara Gadaikan 26 Mobil Sewaan

Oknum PNS Ditangkap Polisi Gara-gara Gadaikan 26 Mobil Sewaan

Regional
Purwakarta Batasi Hilir Mudik Kendaraan AKDP dan Bolehkan Angkot Tetap Beroperasi

Purwakarta Batasi Hilir Mudik Kendaraan AKDP dan Bolehkan Angkot Tetap Beroperasi

Regional
Dituding Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji Sebut Hanya Skenario Anggota Keluarga untuk Memeras Uang

Dituding Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji Sebut Hanya Skenario Anggota Keluarga untuk Memeras Uang

Regional
'Rapid Test', 11 Warga Sumedang Positif Covid-19 dan 4 di Antaranya Tenaga Medis

"Rapid Test", 11 Warga Sumedang Positif Covid-19 dan 4 di Antaranya Tenaga Medis

Regional
Puluhan Santri di Kaltim Berstatus ODP, Pernah Hadir di Ijtima Ulama Gowa

Puluhan Santri di Kaltim Berstatus ODP, Pernah Hadir di Ijtima Ulama Gowa

Regional
RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

Regional
Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Regional
9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Regional
Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X