Dari Tulisan Ini Polisi Akan Dalami Teror Bom di Karawang

Kompas.com - 12/02/2018, 14:33 WIB
Tulisan dalam buku catatan yang identik dengan tulisan ancaman bom menjadi bahan polisi untuk mendalami teror bom di Kelenteng Kwan Tee Koen. KOMPAS.com/Farida FarhanTulisan dalam buku catatan yang identik dengan tulisan ancaman bom menjadi bahan polisi untuk mendalami teror bom di Kelenteng Kwan Tee Koen.

KARAWANG, KOMPAS.com - Polisi menemukan barang bukti di rumah Dadang Purnama, pelaku teror bom Kelenteng Kwan Tee Koen di Jalan Ir H Juanda Nomor 1, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Karawang, Jawa Barat.

Barang bukti tersebut tepatnya berada di dalam kamar pelaku. Di sana ditemukan buku tulis bermotif kotak warna hijau kuning, dan merah.

Dalam buku tersebut terdapat tulisan yang identik dengan tulisan yang diselipkan dalam Alquran, dan kemudian diserahkan kepada pengurus kelenteng.

"Tulisan tersebut akan menjadi bahan kita dari pihak kepolisian untuk melakukan pendalaman, apakah ada orang-orang yang yang menyuruh pelaku melakukan aksi tersebut," ujar Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan, Senin (12/2/2018). 

(Baca juga : Pelaku Kirim Teror Bom ke Kelenteng lantaran Sakit Hati soal Pesangon)

Hendy mengatakan, polisi juga tengah mendalami kalimat dan gambar bendera yang ada di dalam buku itu. Dalam menjalankan aksinya, Dadang melakukannya seorang diri dan tidak terkait dengan jaringan (teroris) manapun.

Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan perbankan mengenai transaksi rekening atas nama Dadang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sementara motifnya sakit hati tapi tidak ada kaitannya langsung dengan pengurus yayasan dan kelenteng (Kwan Tee Koen)," ucapnya.

Akibat perbuatannya, Dadang terancam pasal 6 UU 15/2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU 1/2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, menjadi UU Jo Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

(Baca juga : Pelaku Ancaman Bom terhadap Kelenteng di Karawang Ditangkap)

"Dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal hukuman seumur hidup atau hukuman mati," katanya.

Berikut bukti-bukti yang ditemukan di rumah pelaku:

1. 1 buah buku tulis bermotif kotak warna hijau kuning merah.
2. 1 buah buku tabungan atas nama Dadang Purnama.
3. 1 buah Alquran terjemahan terjemahan yang disampaikan warna merah.
4. 1 buah koin warna keemasan
5. 1 lembar uang kertas pecahan Rp 10.000.
6. 1 struk belanja yang di bagian belakangnya bertuliskan "Rp 63.000.000 (enam puluh tiga juta rupiah).
7. 1 buah handphone warna hitam-silver.
8. 1 buah dompet warna biru jeans beserta isinya.
9. 1 set kunci sepeda motor dengan gantungan id card "DADANG PURNAMA “ M.01.12.1313. Quality control"
10.1 cover dus HP
11.1 compact disc lagu-lagu dengan judul  Surga yang Tak Dirindukan.
12.1 buku berjudul "Aku Cinta Islam".
13. 1 buah kaos warna orange hitam.
14. 1 buah ikat pinggang warna hitam.
15. 1 buah helm warna hitam

Kompas TV Massa bahkan memberi tenggat waktu hingga 7x24 jam kepada pengurus kelenteng agar merobohkan patung simbol dewa perang dari Tiongkok itu.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.