Kompas.com - 12/02/2018, 13:01 WIB
Dadang Purnama, pelaku teror bom Kelenteng Kwan Tee Koen (tengah) mengaku sakit lantaran hanya diberi pesangon Rp 7.000.000. Bos tempat ia bekerja, diketahui mempunyai hubungan dengan pimpinan  yayasan. KOMPAS.com/Farida FarhanDadang Purnama, pelaku teror bom Kelenteng Kwan Tee Koen (tengah) mengaku sakit lantaran hanya diberi pesangon Rp 7.000.000. Bos tempat ia bekerja, diketahui mempunyai hubungan dengan pimpinan yayasan.

KARAWANG, KOMPAS.com — Dadang Purnama, pelaku teror bom di Kelenteng Kwan Tee Koen, Karawang, Jawa Barat, mengaku sakit hati lantaran dipecat bosnya tanpa diberi pesangon yang layak.

Rupanya, bos pelaku mempunyai hubungan dekat dengan pimpinan Yayasan Dharma Prasadha Mahametta.

Pria kelahiran Cirebon, 1 September 1993, itu nekat meneror Kelenteng Kwan Tee Koen di Jalan Ir H Juanda Nomor 1, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat.

"Cuma dikasih Rp 7 juta. Padahal, kalau berdasarkan prosedur ketenagakerjaan bisa lebih tinggi lagi. Mentang-mentang perusahaannya maju cuma dikasih Rp 7 juta kerja lama-lama," kata Dadang, Senin (11/2/2017).

Dadang mengaku sebagai karyawan tetap di salah satu perusahaan di Kabupaten Bekasi. Hanya saja, perusahaan tersebut tidak memiliki serikat pekerja. 

Baca juga: Pelaku Ancaman Bom terhadap Kelenteng di Karawang Ditangkap

Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan mengungkapkan, pada Minggu (11/2/2018) sekitar pukul 05.30 ada seorang lelaki tak dikenal memberikan satu buku bersampul kain warna merah dan uang Rp 10.000 kepada Karuna Ismaja, salah seorang pengurus Kelenteng Kwan Tee Koen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kepada pengurus, pria itu berkata, 'Saya ingin mengembalikan barang ini yang dipinjamkan dari ketua di KIIC (Karawang Internasional Industrial City)'," ujar Hendy.

Pria itu kemudian meninggalkan kelenteng menuju pelintasan rel kereta api di Jalan Tuparev dengan mengendarai sepeda motor warna putih biru.

Dalam buku yang ternyata sebuah kitab suci itu terdapat struk belanja yang dibelinya ditulis "Rp 63.000.000 SEJARAH PEMBODOHAN UANG, sudah terungkap sekarang mending lo tf ke rekening gua? 1091620125 atau GUA BOM ini tempat loe".

Baca juga: Kelenteng di Karawang Terima Ancaman Bom yang Ditulis di Struk Belanja

Ketua Yayasan Dharma Prasadha Mahametta, Wawan Kurniawan mengatakan, ia datang ke kelenteng pukul 13.00 dan mendapat laporan dari karyawan kelenteng perihal tulisan berbau ancaman tersebut.

"Ini ancaman dan kami kemudian memutuskan melapor ke Polres Karawang," katanya.

Wawan mengaku mengapresiasi kinerja polisi yang kurang dari 24 jam dapat menangkap pelaku.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.