Peristiwa Gereja Santa Lidwina, Uskup Agung Berpesan Jaga Kebinekaan - Kompas.com

Peristiwa Gereja Santa Lidwina, Uskup Agung Berpesan Jaga Kebinekaan

Kompas.com - 11/02/2018, 22:42 WIB
Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubyatmoko Pr saat ditemui di RS Pabti Rapih YogyakartaKompas.com/Markus Yuwono Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubyatmoko Pr saat ditemui di RS Pabti Rapih Yogyakarta

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko prihatin dengan peristiwa kekerasan yang terjadi di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Sleman, Yogyakarta pada Minggu (11/2/2018) pagi.

Hal ini diungkap Mgr Robertus, seusai mendampingi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menjenguk korban di RS Panti Rapih, Yogyakarta, Minggu petang.

"Bagi kita peristiwa akhir-akhir ini tentu merupakan peristiwa yang menyedihkan, memprihatinkan, apalagi orang yang beribadah sedang memuji Tuhan, sedang mendekatkan diri kepada Tuhan dalam kebersamaan. Namun, mendapatkan serangan, apa pun motivasinya," kata Robertus.

Namun, pihaknya meminta semua pihak untuk tetap tenang menyikapi masalah ini. Keuskupan pun menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas.

"Menurut saya ini sangat melukai hati kita sebagai orang beriman. Maka dalam hal ini bagi saya kita perlu menanggapi dengan tenang, meskipun tetap harus diusut, diatasi dengan profesional, dengan sempurna, sehingga tidak terulang lagi," ucap Robertus.

(Baca juga: Janji Usut Peristiwa Gereja Bedog, Kapolda Imbau Warga Yogya Tenang)

Uskup Agung Semarang meminta masyarakat untuk tetap tenang, dan menjaga kerukunan. Hal ini penting karena Bangsa Indonesia dibentuk dari berbagai latar belakang, sehingga harus tetap menjaga kerukunan.

"Namun kita semua sebagai warga masyarakat tetap memiliki kewajiban untuk tetap menjaga kehidupan bersama untuk tetap tenang, adem dan ayem," kata dia.

"Semua orang, semua manusia punya hak untuk hidup tenang dalam kebersamaan hidup. Maka inilah yang perlu diupayakan bersama," ucapnya.

Mgr Robertus Rubiyatmoko menilai, upaya untuk mengoyak Pancasila hanya dilakukan segelintir orang. Dia yakin sebagian besar bangsa Indonesia tetap menjunjung nilai kebinekaan.

"Maka itu yang perlu kita tegakkan bersama, kita berupaya supaya NKRI bertahan terus. Kesatuan bangsa kita terus berjalan dan umat bisa hidup tenang dan damai saling menopang satu sama lain," tuturnya.

Kompas TV Buya Syafii terlihat datang ke Gereja Santa Lidwina dan berharap kasus ini tak akan berulang lagi, serta bisa diusut tuntas oleh polisi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X