Menhub Budi Karya Minta Maaf atas Kecelakaan di Tanjakan Emen

Kompas.com - 11/02/2018, 20:48 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai rapat di kantor AirNav Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (3/2/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai rapat di kantor AirNav Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (3/2/2018).

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban kecelakaan di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat yang terjadi Sabtu (10/2/2018).

Budi Karya pun memohon maaf atas tragedi yang merenggut 27 nyawa itu.

"Saya berharap keluarga yang ditinggalkan tabah dan menjadikan ini cobaan untuk kita semua. Saya minta maaf," tutur Budi, di sela kegiatan sosialisasi Sekolah BPSDM Kementerian Perhubungan, di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (11/2/2018).

Budi menyebutkan, kecelakaan bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti kondisi mobil yang tidak laik jalan, kendaraan tidak lolos uji KIR, atau faktor lainnya.

"Kecelakaan lalu lintas itu kan ada yang karena memang mobil tidak baik, tidak diuji KIR. Tapi ini mobilnya di-KIR, jadi tidak ada alasan kita mengatakan itu pecah ban atau sebagainya," ujar Budi.

(Baca juga: Kecelakaan Tanjakan Emen, Polisi Duga Ada Kelalaian Sopir dan Manajemen)

Saat ini, Kemenhub sudah menugaskan Komite Nasional Keselamatan Trasportasi (KNKT) untuk meneliti dan mengevaluasi penyebab pasti kecelakaan

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena kita bangsa berbudaya, kita menganalisis satu per satu kejadian untuk dijadikan dasar kami membuat regulasi, membuat policy (kebijakan), membuat law enforcement (penegakan hukum)," ucapnya.

Budi menyatakan akan meminta Dirjen Perhubungan Darat untuk melakukan razia KIR terhadap seluruh angkutan umum, jika hasil penyelidikan KNKT menyebut penyebab kecelakaan karena kendaraan itu belum uji KIR.

"Tapi ini kasusnya lain, maka kami akan melihat analisis, apa yang akan kami lakukan," kata dia.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengatakan, sejauh ini tim KNKT bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat masih melakukan analisis penyebab kecelakan bus pariwisata bernomor polisi F 7956 AA itu.

"Ada indikasi sepeda motor yang menyalip dan tertabrak, sehingga mobil tidak bisa mengendalikan diri. Tetapi, tim sedang bekerja, kalau ada penyebab lain, faktor lain, kami akan lakukan recovery kembali," ucapnya.

Dia mengakui kondisi tanjakan Emen memang panjang. Kecelakaan hampir serupa juga pernah terjadi di tanjakan ini.

Namun, Dinas Perhubungan setempat telah melakukan penataan di beberapa titik, antara lain dengan memasang rambu, papan peringatan, marka jalan dan lampu peringatan (warning light).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X