Ironis, Oknum Karyawan Perhutani Dalangi Kasus Pencurian Kayu di Grobogan

Kompas.com - 09/02/2018, 22:44 WIB
Pihak KPH Gundih, Kabupaten Grobogan, menunjukkan ratusan batang kayu mahoni hasil pencurian? oknum mandor KPH Gundih di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Monggot, Geyer, Grobogan, Jumat (9/2/2018). KOMPAS.com/Puthut Dwi PutrantoPihak KPH Gundih, Kabupaten Grobogan, menunjukkan ratusan batang kayu mahoni hasil pencurian? oknum mandor KPH Gundih di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Monggot, Geyer, Grobogan, Jumat (9/2/2018).


GROBOGAN, KOMPAS.com - Petugas Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Gundih, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, membongkar kasus pencurian kayu mahoni di wilayah hukumnya.

Ironisnya, pelaku yang menjadi dalang praktik perusakan kawasan hutan tersebut merupakan oknum karyawan Perhutani yang sudah bekerja hampir 19 tahun.

Pelaku yaitu Agus Purnomo (37), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Geyer, Grobogan, tercatat berprofesi sebagai Mandor Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Coyo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Panunggalan, KPH Gundih.

Administratur KPH Gundih, Sudaryana, menerangkan, pengungkapan kasus pembalakan liar tersebut bermula dari kecurigaan masyarakat dengan aktivitas bongkar muat kayu yang diangkut beberapa truk di suatu rumah di Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer, Grobogan.

Selanjutnya, petugas KPH Gundih berupaya menelusuri laporan dari masyarakat tersebut.

Baca juga: Hadang Truk, Perhutani Gagalkan Pencurian Kayu Jati

"Setelah kami pastikan jika kayu-kayu itu hasil penebangan liar di kawasan hutan, beberapa hari lalu kami bergerak untuk menggeledah seisi rumah dengan menggandeng pihak kepolisian. Ternyata benar, kayu itu hasil illegal logging. Kayu-kayu itu ditumpuk di dalam rumah," kata Sudaryana saat ditemui Kompas.com di ruang kerjanya, Jumat (9/2/2018).

Sudaryana menjelaskan, hasil keterangan dari pemilik rumah, yaitu Ladi (48), ratusan batang kayu ilegal tersebut adalah titipan kerabatnya yang belakangan diketahui merupakan karyawan Perhutani.

Kayu-kayu tersebut telah digergaji sedemikian rupa sebagai material pelengkap untuk konstruksi bangunan rumah.

Total jumlah kayu tak berizin tersebut sekitar 347 batang kecil dengan ukuran panjang mulai dari 3 meter hingga 7 meter.

"Kerugian belasan juta. Kayu akan digunakan untuk melengkapi bangunan rumah. Pelaku itu berencana membangun rumah. Pelaku kemudian kami serahkan kepada polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus ini menjadi pembelajaran bagi setiap karyawan Perhutani karena kami tidak tebang pilih terhadap para perusak hutan," ujar Sudaryana.

Baca juga: Polres Nias Gagalkan Penyelundupan Ratusan Kayu Ilegal

Kepala Perhutani Divisi Regional Jateng Adi Pradana menambahkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus ini kepada Satuan Reserse Kriminal Polres Grobogan.

"Kami menghormati hukum. Ditunggu saja prosesnya, kalau terbukti mencuri kayu di hutan tetap harus ditindak. Untuk sanksi perusahaan, masih menunggu proses penyidikan dari pihak kepolisian serta keputusan dari pihak pengadilan," tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto menyampaikan, pelaku melanggar Pasal 83 dan Pasal 87 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan hutan.

"Kasus ini masih kami dalami. Apakah ada keterlibatan pelaku lain, masih dalam penyidikan," kata Maryoto.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kuasa Hukum Akan Ajukan Penangguhan Penahanan Jerinx SID

Kuasa Hukum Akan Ajukan Penangguhan Penahanan Jerinx SID

Regional
Gedung Telkom Pekanbaru Kebakaran Sebabkan Telkomsel Lumpuh, Polisi Selidiki Kabel yang Terbakar

Gedung Telkom Pekanbaru Kebakaran Sebabkan Telkomsel Lumpuh, Polisi Selidiki Kabel yang Terbakar

Regional
Viral Pria Diduga ODGJ Diseret dari Pesawat, Bagaimana Bisa Terobos Masuk Bandara Lampung?

Viral Pria Diduga ODGJ Diseret dari Pesawat, Bagaimana Bisa Terobos Masuk Bandara Lampung?

Regional
13 Pengambil Paksa Jenazah di Makassar Divonis Hukuman Percobaan

13 Pengambil Paksa Jenazah di Makassar Divonis Hukuman Percobaan

Regional
Usai Rapat 17 Agustus, Remaja Asal Bogor Hilang Tenggelam

Usai Rapat 17 Agustus, Remaja Asal Bogor Hilang Tenggelam

Regional
BPPT Semai 40 Ton Garam untuk Ciptakan Hujan Buatan di Sumsel

BPPT Semai 40 Ton Garam untuk Ciptakan Hujan Buatan di Sumsel

Regional
Pemkot Malang Tracing Warga yang Rebut Jenazah Probable Covid-19

Pemkot Malang Tracing Warga yang Rebut Jenazah Probable Covid-19

Regional
Cinta Ditolak, Seorang Satpam Pilih Minum Racun Rumput

Cinta Ditolak, Seorang Satpam Pilih Minum Racun Rumput

Regional
Heran Anaknya Tak Pulang, Rupanya Terlibat Prostitusi Online, Tarif Rp 300.000-Rp 1 Juta

Heran Anaknya Tak Pulang, Rupanya Terlibat Prostitusi Online, Tarif Rp 300.000-Rp 1 Juta

Regional
Delapan PNS Polda Sumbar Positif Covid-19, RS Bhayangkara Ditutup untuk Umum

Delapan PNS Polda Sumbar Positif Covid-19, RS Bhayangkara Ditutup untuk Umum

Regional
Berstatus Zona Oranye Covid-19, Pemkot Surabaya Janji Tak Longgarkan Disiplin Protokol Kesehatan

Berstatus Zona Oranye Covid-19, Pemkot Surabaya Janji Tak Longgarkan Disiplin Protokol Kesehatan

Regional
Pasien di Samarinda Meninggal Dimakamkan Tanpa Protokol, Ternyata Positif Covid-19

Pasien di Samarinda Meninggal Dimakamkan Tanpa Protokol, Ternyata Positif Covid-19

Regional
Tol Padaleunyi Km 130 Tergenang hingga 50 cm, Jasa Marga Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Tol Padaleunyi Km 130 Tergenang hingga 50 cm, Jasa Marga Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Regional
Gus Ipul Dikabarkan Maju di Pilkada Kota Pasuruan, Petahana: Itu Wajar

Gus Ipul Dikabarkan Maju di Pilkada Kota Pasuruan, Petahana: Itu Wajar

Regional
Pria yang Viral Diseret dari Pesawat Diduga ODGJ, akan Diperiksakan ke RSJ

Pria yang Viral Diseret dari Pesawat Diduga ODGJ, akan Diperiksakan ke RSJ

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X