Gaji ASN Akan Dipotong untuk Zakat, Begini Respons Wabup Karawang

Kompas.com - 09/02/2018, 14:40 WIB

KARAWANG, KOMPAS.com - Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari mendukung rencana pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pungutan 2,5 persen dari gaji aparatur sipil negara (ASN) beragama Islam untuk zakat.

Dari segi agama (Islam), kata Ahmad Zamakhsyari, tidak ada paksaan hanya berlaku bagi pihak yang belum bersepakat menyembah Allah SWT atau non-muslim. Adapun bagi muslim hukumnya wajib.

"Jadi saya, Wakil Bupati Karawang, sangat mendukung zakat mal langsung masuk negara," ujar Jimmy, sapaan akrab Ahmad Zamakhsyari, Jumat (9/2/2018).

Hanya saja, ucap Jimmy, dalam Perpres nantinya diatur klausul kriteria gaji PNS muslim yang dipotong, termasuk jika sudah mempunyai jalur zakat tersendiri.

Ia melihat wacana dikeluarkannya Perpres zakat tersebut untuk mendorong PNS muslim yang hartanya lebih untuk menunaikan zakat. Terlebih lagi, menurut dia, sudah bukan rahasia lagi jika aturan (menunaikan zakat) yang ada kerap dilanggar.

"Kalau kewajiban itu dilanggar kemudian negara ikut campur, itu sudah benar," kata alumnus Ponpes Cipasung itu.

Baca juga: MUI Belum Diajak Bicara soal Wacana Potongan Gaji PNS untuk Zakat

Saat ditanya soal kekhawatiran dana tersebut rawan korupsi, Jimmy tidak bicara banyak. Menurut dia, presiden sudah mempunyai antisipasi atas kehawatiran tersebut untuk melakukan pencegahan.

"Menurut saya, yang perlu ditanyakan itu nantinya (zakat) tersebut akan disalurkan ke mana?" ujarnya lagi.

Terlebih lagi, menurut Jimmy, dari sudut pandang agama, boleh-boleh saja dana zakat digunakan untuk kemaslahatan masyarakat banyak, termasuk pembangunan jalan dan pengentasan masalah kemiskinan.

Sebelumnya diberitakan, Keppres terkait pungutan 2,5 persen dari gaji ASN beragama Islam untuk zakat segera dikeluarkan.

Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, pungutan 2,5 persen hanya berlaku bagi ASN beragama Islam. Pihak yang keberatan dapat mengajukan permohonan karena pungutan ini bukan bersifat paksaan.

Baca juga: Pemerintah Hanya Memfasilitasi, Potongan Zakat ASN Muslim Tak Wajib

Kompas TV Kemenag akan menarik 2,5 persen gaji aparatur sipil negara (ASN) untuk zakat.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.