Kompas.com - 09/02/2018, 12:14 WIB
Wensesius Badik (41), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), didampingi ayahnya, Silvanus Sair (75), yang dipasung di belakang dapur rumah mereka di Kampung Puncak Weong, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, Rabu (31/1/2018). Badik sudah dipasung selama enam tahun. Kompas.com/Markus MakurWensesius Badik (41), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), didampingi ayahnya, Silvanus Sair (75), yang dipasung di belakang dapur rumah mereka di Kampung Puncak Weong, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, Rabu (31/1/2018). Badik sudah dipasung selama enam tahun.

BORONG, KOMPAS.com - "Pak, saya tidak punya apa-apa. Saya tidak sanggup lagi merawat dan memandikan anak saya yang dipasung di belakang dapur."

Begitulah letupan dan rintihan hati nurani dari Silvanus Sair (75), ayah dari orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Wensesius Badik (41), yang dipasung di belakang dapur sejak 2012.

Mereka tinggal di Kampung Puncak Weong, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Badik mengalami gangguan jiwa sejak 2002. Kejadian yang paling gawat yaitu pada Minggu (17/10/2012), saat dia mengamuk, mengganggu, dan melempar rumah orang di kampung itu.

Akhirnya keluarga dan warga setempat memutuskan untuk memasungnya di belakang dapur. Sudah enam tahun Badik dipasung, sedangkan gangguan jiwa yang dialaminya sudah 16 tahun.

Dua kakinya dipasung dengan balok berukuran 13 sentimeter dan dipasang baut besar. Kondisinya sangat sengsara, memprihatinkan, dan menyedihkan. Apalagi dipasung dengan beralaskan pelupuh, terbuka, serta beratapkan seng seadanya.

Bahkan, pakaiannya tidak pernah diganti. Saat itu dia memakai kaus berkerah, celana oblong, dan kain sarong titoron untuk menutupi badannya saat tidur.

Selain itu, sudah setahun dia tidak mandi lagi. Sebab, saat dimandikan, Badik selalu mengamuk. Bahkan, sering bicara tak jelas. Selain itu, buang air besar juga di tempat itu.

“Saya sudah tidak sanggup lagi menahan penderitaan yang dialami anak sulung saya. Saya berharap ada pihak-pihak yang memiliki hati nurani serta peduli untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya. Saya juga berharap ada perhatian dari pemerintah setempat untuk meringankan penderitaannya,” tutur Sair kepada Kompas.com di rumahnya, Rabu (31/1/2018).

Baca juga: Alami Gangguan Jiwa dan Dipasung 14 Tahun, Eduardus Akhirnya Sembuh

Sair menjelaskan, hidup keluarganya sangat sengsara dan susah sehingga tidak sanggup untuk merawat Badik. Dia dan istrinya sudah berusaha dan berjuang keras untuk merawat Badik, hingga istrinya pun jatuh sakit.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X